Laily Fitriani adalah Mom Blogger, penulis sekaligus pengajar di jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Pegiat literasi ini menyukai dunia tulis menulis dan traveling.
Hai, Buk Ibuk dan Sahabat semua. Sepagi ini saya sudah di depan laptop hew hew, biasalah saatnya me time saya lakukan nih. Biasanya saya mengawali hari dengan persoalan kedinasan terkadang…
Siapa nih yang suka baca buku? Membaca adalah jendela dunia, kiranya tak muluk-muluk untuk menyebutkan tentang berbagai manfaat dari membaca buku. Bertepatan juga dengan hari buku sedunia, maka saatnya Buk…
Pernahkan Ibuk-ibuk dan Sahabat mendengar penyakit Kusta? Selama ini stigma masyarakat selalu tersematkan pada para penderita penyakit kusta, padahal penyakit ini bisa disembuhkan lho. Nah, perlu adanya edukasi masyarakat untuk…
Pernahkan Buk Ibuk dan Sahabat berpikir bahwa menjadi perempuan itu membutuhkan banyak budget daripada laki-laki? Eh, iya kah? Jawabannya bisa iya bisa juga nggak ya? Kalau bicara soal budget tergantung…
Liburan yuk liburan Buk Ibuk dan Sahabat….suka nggak nih kalau libur tlah tiba? Wow, kalau ngomongin soal liburan itu Buk Ibuk dan Sahabat harus di tulis dan di stabilo gede-gede…
Alhamdulillah, sudah di bulan April ya Buk Ibuk dan Sahabat. Pastinya saatnya mengingat kembali apakah resolusi-resolusi yang kita rencanakan tercapai? Atau kita sedang berupaya mencapainya atau malah jalan di tempat?…
Berbicara soal serial televisi favorit nih, saya harus flash back ke beberapa waktu yang lalu saat saya meyukai beberapa serial televisi kegemaran masa saya kecil hingga kini. Apalagi masa saya…
Hai Bu Ibuk dan Sahabat semua, sebagai pemilik blog www.lailyfitriani.com kali ini kenalan dulu denganku, tak kenal maka tak sayang begitu kata pepatah. Yuk one step closer dengan diriku ya?…
Menapaki kehidupan bagiku seolah membawa nuansa baru. Mengukir cita dan asa adalah salah satu mengapa aku berdiri saat ini. Terlahir sulung dari 4 bersaudara membuatku ingin membuat Papa dan Mama…
Sejak memiliki blog, semangat untuk menulis saya terus menyala-nyala. Biasanya apa saja yang saya rasakan, lihat dan dengar bisa menjadi sumber ide yang tak pernah habis. Yap, menulis bagaikan air…