
Pernahkan Ibuk-ibuk dan Sahabat mendengar penyakit Kusta? Selama ini stigma masyarakat selalu tersematkan pada para penderita penyakit kusta, padahal penyakit ini bisa disembuhkan lho. Nah, perlu adanya edukasi masyarakat untuk mengenali penyakit kusta ini sejak dini, sehingga mereka dapat memutus mata rantai penularannya.
Baiklah Buk Ibuk dan Sahabat, yuk segera kita akan mencari tahu tentang penyakit kusta berikut penanganannya.

Apa itu Kusta?
Hal yang penting kita edukasikan pada masyarakat bahwa kusta bukan penyakit kutukan, sebab dosa atau keturunan ya Bu Ibuk dan Sahabat. Kusta merupakan jenis penyakit menular (yang tidak menular) dan bisa disembuhkan, namun apabila terlambat dalam penanganan akan mengakibatkan disabilitas. Kusta ini termasuk dalam kategori penyakit tropis terabaikan (neglected tropical desease), dikarenakan kusta adalah penyakit yang sudah ada sejak tahun 1400 sebelum masehi dan masih ada hingga kini. Sehingga masyarakat Indonesia harus berhati-hati dan sangat penting untuk mendektesinya sejak dini. Data WHO menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara peringkat 3 penyakit kusta terbanyak di dunia setelah India dan Brazil.
Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program pemerintah tentang keadaan darurat yang terjadi di Indonesia ini, maka harus segera dilakukan berbagai langkah-langkah kongkrit untuk dapat memberikan penanganan khusus kepada penderita kusta dan perlu diadakannya sosialisasi pada masyarakat luas.
Apa Penyebab, Gejala, dan Jenis Kusta?
Kusta disebabkan oleh adanya bakteri Mycobacterium leprae, biasanya menyerang kulit dan jaringan saraf. Gejala dan tandanya kusta ini adalah:
1. Tanda-tanda pada Kulit
- Adanya bercak atau kelainan kulit yang kemerah-merahan atau keputih-putihan di bagian tubuh,
- Bercak yang tidak gatal;
- Bercak yang tidak berasa (tidak sakit);
- Bercak yang tidak berkeringat atau berambut.
2. Tanda-tanda Pada Syaraf
- Rasa kesemutan dan nyeri pada anggota badan atau muka;
- Tidak ada rasa pada telapak tangan dan kaki;
- Kelemahan otot pada tangan dan kaki;
- Luka pada telapak kaki yang sulit sembuh;
- Kelopak mata tidak bisa menutup sempurna.
Pada penyakit kusta ini itemukannya bakteri, sebagaimana jenis Penyakit Kusta ini ada dua jenis/tipe, yaitu: 1) Kusta Kering (PB: Pausi Basiler); 2) Kusta Basah (MB: Multi Basiler).
Selain itu, penyebab utama kusta adalah terlambatnya penanganan akibat minimnya pengetahuan masyarakat tentang gejala kusta dan tingginya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan kusta atau orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK). Hal ini membuat orang dengan gejala kusta enggan memeriksakan diri ke layanan kesehatan lebih dini.
Bagaimana Penularan Penyakit Kusta?
- Penyakit kusta ditularkan melalui pernapasan dari penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain dengan kontak yang lama.
- Orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah sangat rentan terkena kusta.
- Kemungkinan anggota keluarga dapat tertular bila penderita tidak berobat, sehingga seluruh anggota keluarga juga harus diperiksa.
Bagaimana Cara Pengobatan Kusta?
Pengobatan kusta bertujuan untuk memutuskan mata rantai penularan, menyembuhkan penderita, dan mencegah kecacatan baru atau lebih berat. Nah, tujuan diatas dapat dilakukan dengn pemberian obat Blister Pack MDT (Multhy Drag Therapi) yang terdapat di puskesmas setempat dan gratis.
Upaya Pemerintah Dalam Penanganan Kusta

Mendengar kata kusta, sepertinya masyarakat dihadapkan dengan anggapan bahwa penyakit ini adalah kutukan dan tidak dapat disembuhkan, padahal apabila segera ditangani akan dapat menyelematkan penderitanya. Alhamdulillah, melalui talk show yang digagas oleh NLR Indonesia berkolaborasi dengan KBR menginisiasi Proyek Suara Untuk Kusta (SUKA) yang bertujuan untuk mengangkat isu kusta di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda Indonesia serta memberi wawasan yang komprehensif tentang serba-serbi penyakit kusta ini. Sehingga dengan adanya edukasi yang massif akan membawa kabar baik bagi masyarakat kita sendiri, terutama bagi penderita untuk mau melakukan pemeriksaan sejak dini.
NLR sebagai sebuah organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda pada 1967 bergerak untuk menanggulangi kusta dan konsekwensinya di seluruh dunia dengan tiga pendekatan yaitu zero transmission (nihil penularan), zero disability (nihil disabilitas) dan zero exclusion (nihil eksklusi). NLR ini berada di tiga negara, yaitu Mozambique, India, Nepal, Brazil dan Indonesia. Sejak 1975, NLR telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, kemudian pada tahun 2018 bertransformasi menjadi kerja sosial yang menginginkan Indonesia bebas kusta dengan taglinenya: Hingga kita bebas dari kusta.
Oh ya, Talk Show “Melihat Potret Kusta di Indonesia” di ruang publik KBR ini ini mendatangkan narasumber dr. Udeng Daman, selaku Technical Advisor Program Pengendalian Kusta NLR Indonesia dan Mbak Monika Sinta sebagai Leader CSR PT United Tractors.

Menurut dr. Udeng Daman, bahwa “Penanganan kusta dapat segera tertangani dengan mengkonsumsi obat khusus untuk 12 bulan.”

Senada dengan dr. Udeng, Mbak Monika Sinta membidik tentang inklusivitas yang telah dilakukan PT. United Tractore untuk welcome terhadap karyawan disabilitas yang diawali dengan pemagangan karyawan dan juga memberikan pelatihan entrepreneur pada disabilitas dan OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) yang tergabung di perusahaan.
Acara yang digagas oleh NLR dan Berita KBR memberikan pencerahan kepada saya serba-serbi Kusta. Buk Ibuk dan Sahabat bisa menyaksikan Talk Show pada Youtube Berita KBR sekaligus follow akun KBR untuk mengikuti berbagai isu sosial yang ada, dimana Talk Show ini sangat baik sebagai ruang untuk mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa kusta ada di sekitar kita, sehingga dengan mengenali kusta sejak dini, penderita segera dapat tertangani dan sehat kembali, sehingga Indonesia kini dan nanti menjadi negara yang bebas kusta.
Referensi:
https://nlrindonesia.or.id/proyek-suka/
Youtube KBR: https://www.youtube.com/watch?v=IfebW2iJUvU





18 Comments. Leave new
Di tempatku juga byk yg masih menganggap kl kusta itu penyakit kutukan loh mbak. Dan aku baru tahu penularan kusta salah satunya dr pernapasan ya. Memang akibat kusta yg nggak diobati fatal bgt ya bisa menimbulkan disabilitas
Iya Mbak Ela, saya pun juga baru paham.
Dengan adanya edukasi seperti ini masyarakat jadi tidak perlu kuatir ya mbak jika misal ada tetangga yang menderita kusta. Bisa sembuh kok dan tidak perlu diasingkan seperti dulu
Betul Mbak Maria.
D i Tangerang ada RS khususnya Mba. Kalo gak salah Lady Diana pernah berkunjung ke sana. Memang harus disosialisasikan agar masyarakat paham.
Ada ya Mbak? saya baru tahu juga. Terima kasih atas info Mbak.
Baru paham saya kalau kusta disebabkan dari bakteri dan penularan bisa melalui pernafasan.
Dan bisa mengakibatkan disabilitas bila tidak tertangani secara tuntas
Betul sekali Mbak Dyah.
Sedih ya, sebagian masyarakat masih emnganggap ini sebagai penyakit kutukan, padahal ini penyakit bisa disembuhkan. Semoga semakin banyak edukasi seperti ini ke masyarakat agar mereka juga makin sadar untuk segera berobat jika mengalami tanda-tanda penykit ini
Betul Mbak Lisa. Semoga masyarakat kita semakin teredukasi. Amiin.
Aku sering dengar penyakit ini, tapi nggak pernah tahu bentuknya akan seperti apa. Jadi, kadang aku ngebayangin kaya panu gitu. Tapi, kalau baca artikel ini kok sampai ke syaraf juga
Bercak-bercak Mbak dan harus segera ditangani.
dulu aku takut lho, mbak sama penyakit kusta ini soalnya kupikir cepat menular. ternyata proses penularannya itu perlu waktu lama yaa dan penyakitnya bisa disembuhkan asal ditangani dengan cepat
Sama juga Mbak, ternyata masyarakat perlu diedukasi agar paham ya?
Teringat edukasi yang diberikan hanya saat SD. waktu itu ada pelajaran yang yang membahas tentang penyakit-penyakit…
Secara pribadi belum pernah melihat/bertemu langsung dengan penderita kusta, sekadar tahu dari literasi saja…
Iya Mbak
Tetanggaku ada mbak yang kena kusta ini. Dulu, pas aku masih SD kalau nggak salah. Jari kelingking kakinya sampai diamputasi dan sekarang alhamdulillah beliaunya sehat dan bisa beraktivitas seperti orang normal.
Alhamdulillah ya Mbak.