
Assalamu’alaikum Buk Ibuk dan Sahabat, semoga sehat selalu.
Pernahkan Buk Ibuk dan Sahabat berpikir tentang pengorbanan? Pengorbanan dalam berbagai bentuk yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berbicara pengorbanan, sejatinya ia merupakan kondisi dimana seseorang harus memilih untuk ‘menyerah’ pada kebijakan atau keputusan yang bisa jadi Keputusan tersebut berlaku sepihak. Saya katakan dengan kata ‘menyerah’ dalam tanda kutip bahwa sebenarnya yang terjadi pada tataran nyata adalah berlakunya kalimat keadilan dalam setiap keputusan yang dibuat. Sehingga, setiap pengorbanan itu akan menjadi sesuatu yang membawa nilai keikhlasan dalam melaksanakannya. Pun, pengorbanan itu menjadi sebuah kalimat yang dinanti-nanti dan dilakukan oleh orang banyak dengan pikiran yang sadar dan tulus serta sepenuh hati.
Saya pernah berada dalam kondisi yang mengharuskan sikap pengorbanan. Ketika saya harus mengorbankan jam mengajar demi membantu teman saya saat laptopnya rusak dan ia harus presentasi, karena tanggung jawab sebagai anggota kelompok, maka saya memilih memberi tugas pada mahasiswa dan stand by menemani teman saat presentasi. Dalam kondisi yang sama, esok hari saya ada jam mengajar tetapi harus presentasi dan teman saya tidak mau mengganti untuk presentasi dengan alasan dia mengajar. Jadi, secara sepihak ia lebih mementingkan kepentingannya sendiri untuk mengajar dibandingkan kepentingan kelompok. Kondisi yang sama, namun keputusan yang diambil berbeda.
Baca juga:
3 Kunci Hidup Agar Tetap Kuat di Masa Sulit
Menggapai Bahagia Melalui Self Love
Edukasi Sehat dan Bersih Saat Menstruasi
Saya berpikir, ternyata dalam hidup kita selalu dihadapkan pada kondisi-kondisi yang secara tidak langsung menuntut pengorbanan, contohnya seperti cerita saya. Banyak hal sebenarnya yang pernah saya alami seputar sikap pengorbanan ini, dimana saya harus memilih, dan jujur saya sering memilih kepentingan umat atau kepentingan orang banyak. Saat saya memberikan keputusan untuk mengiyakan sikap pengorbanan sebenarnya secara matematis saya juga rugi karena tidak hadir di kelas dan cukup memberi tugas pada mahasiswa. Namun, ada hal yang lebih penting dari itu, menurut saya, Allah pasti akan memberikan pahala dan balasan kepada saya dengan beragam bentuknya, misalnya Allah permudah usaha dan kegiatan saya di hari itu, Allah akan memberikan sesuatu rezeki yang tak disangka-sangka, dan bentuk lainnya, yang secara nalar mungkin kita tak menduganya.
Ya, sejatinya pengorbanan itu memang sikap berkorban untuk memberikan aksi nyata dalam menentukan pilihan yang telah dibuat dan disetujui oleh seseorang dalam berbagai kondisi. Sebenarnya, ada beberapa tips agar pengorbanan yang kita lakukan akan terasa berharga dan bermakna yaitu:

1. Memperbaiki Niat karena Allah
Innamal a’malu binniyat, sesungguhnya pekerjaan itu tergantung akan niatnya. Saat kita melakukan tindakan atau sikap berkorban, maka yakinlah bahwa Allah akan memberi ganjaran atas pengorbanan kita. Pengorbanan yang kita lakukan secara ikhlas itu tidak percuma Buk Ibuk dan Sahabat, Allah pasti menggantinya dengan memberikan kejutan hal-hal yang terkadang manusia tidak ketahui.
2. Membangun Pikiran Positif
Saat kita tetap berpikiran positif tatkala dalam posisi melakukan pengorbanan, insya Allah orang-orang dan lingkungan di sekitar kita juga akan positif dan memancarkan aura positif, sehingga kita akan tetap dapat menjaga pikiran positif kita kepada siapapun.
3. Memaknai Pengorbanan dari Proses bukan Hasil
Terkadang hasil itu tidak sesuai dengan harapan, namun proses melakukan pengorbanan itulah yang penting untuk membentuk kedewasaan, kesabaran, dan kekuatan diri kita untuk menjalani kehidupan ini.
Nah, Buk Ibuk dan Sahabat, dari 3 hal tips di atas, diharapkan agar sikap dan niat pengorbanan kita itu berharga dan bermakna. Sehingga apapun yang kita lakukan untuk pengorbanan-pengorbanan dalam hidup akan memberikan dampak dan konstribusi nyata dalam pendewasaan dan kekuatan diri kita serta memberikan manfaat pada orang-orang dan lingkungan di sekitar kita.




