
Assalamu’alaikum Buk Ibuk dan Sahabat, semoga sehat selalu. Buk Ibuk sebagai orang tua pastinya masih ingat, saat anak-anak masih kecil dulu kita berusaha untuk memberikan beragam kebutuhan bagi anak untuk mengasah kemampuan-kemampuannya agar sedikit demi sedikit anak mendapatkan stimulus dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya serta mendapatkan respon dari anak itu sendiri. Hal ini sebenarnya menjadi starting point bagi orang tua untuk memberikan arahan yang positif bagi anak dalam rangka membangun kebiasaan-kebiasaan baiknya.
Seorang anak kecil akan terbiasa menyimak cerita yang dibacakan kepadanya secara berulang-ulang sehingga ia mengenal tokoh yang selalu disebut dalam cerita, begitu pula ia akan mengingat warna, gambar-gambar yang ada dalam buku yang dibacakan kepadanya. Saat orang tua membacakan cerita berulang-ulang, maka kemampuan reseptif anak akan terasah dan bertambah.
Sejatinya, membangun kebiasaan anak itu tidak serta merta bim salabim jadi atau instan. Ia butuh pengulangan-pengulangan yang akomodatif dan terarah, sehingga dapat memberikan pengaruh pada anak-anak nantinya.
Baca juga:
3 Tips Membangun Komunikasi Ala Generasi Z
5 Cara Meraih Kebahagiaan Bunda Untuk Kecerdasan Ananda
Ada banyak hal yang bisa orang tua olah untuk membangun kebiasaan-kebiasaan anak ini. Dari persoalah membangun life skill, akademik, kebutuhan primer dan sekunder, yang semuanya kalau dibiasakan akan memberikan dampak signifikan.
Namun, terkadang orang tua sering mengalami banyak persoalan terkait bagaimana anak-anak remaja dan dewasa merespon berbagai hal yang sebenarnya dilakukan untuk mengasah life skillnya agar terbiasa dalam membangun kebiasaannya. Kalau bicara siapa yang salah, tentunya tidak ada yang salah. Orang tua pasti akan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
Nah, buk ibuk dan sahabat mengasuh dan membersamai anak dari tahapan ke tahapan tentunya berbeda. Mengasuh anak kecil berbeda dengan cara mengasuh anak remaja dan dewasa. Sehingga, perlu bagi buk-ibuk dan Sahabat memberikan berbagai macam arahan agar usaha-usaha orang tua dalam membersamai anak-anaknya itu tercapai, dinamis, walaupun mengalami berbagai hambatan yang fluktuatif.

Berikut beberapa tips agar usaha mengasuh dan membersamai anak remaja dan dewasa tercapai
1. Jadilah Penyimak yang Baik
Jujur menjadi penyimak yang baik itu tak mudah. Terkadang anak-anak berceloteh atau memberikan kritik terhadap suatu keadaan, atau curhat namun orang tua terburu-buru memotongnya. Padahal, seharusnya orang tua berusaha menyimak hingga tuntas, barulah ia dapat memberikan feedback dan arah yang konstruktif terhadap persoalan yang telah disampaikan oleh anak. Menjadi penyimak yang baik akan membuat anak percaya diri untuk menyampaikan segala keluh kesahnya kepada orang tua.
2. Jadilah Teladan yang Baik
Menjadi suri tauladan bagi anak-anak itu penuh perjuangan. Disamping orang tua itu juga sedang belajar sepanjang hayat dalam rangka menjadi orang tua terbaik, ia juga dihadapkan bahwa sebagai orang tua harus menjadi role model atau panutan bagi anak-anaknya, karena orang tua merupakan orang terdekat dan hidup bersama anak. Sejatinya, peradaban itu dibangun dari rumah, sehingga sedikit demi sedikit kebaikan-kebaikan harus dimulai dari rumah.
3. Bangun Komunikasi Dua Arah
Membangun komunikasi dua arah antara orang tua dan anak itu penting, apalagi mengkomunikasikan kebiasaan-kebiasaan yang harus dimiliki anak sejak dini. Komunikasi dengan anak remaja atau remaja menuju dewasa ternyata tak mudah, terkadang banyak mengalami kesalahpahaman disebabkan beragm interpretasi anak saat menimpali arahan-arahan orang tua. Sehingga dengan membangun komunikasi yang intens dan memposisikan anak sebagai teman, maka perlahan-lahan orang tua meminimalisasi kesalahpahaman.
4. Bersabar Atas Anak
Bersabar atas apa yang terjadi pada diri anak-anak kita. Sejatinya, semua orang tua menginginkan anak-anak menjadi pribadi yang memiliki kebiasaan-kebiasaan baik yang berawal dari rumah. Sekecil dan seremah apapun pekerjaan atau tindakan di rumah itu akan berdampak pada pribadi anak. Sehingga, manakala ada perbuatan dan perkataan anak yang kadang kurang baik berilah pengarahan dan banyak bersabar
5. Doakan Anak Secara Rutin
Doakan anak setiap saat, karena dengan jalur langit orang tua dapat menyampaikan seluruh hajatnya dan apa yang ia rasakan pada Sang Maha Rahim. Orang tua yang terus mendoakan anak-anaknya akan diijabah oleh Allah. Jadi, perbanyaklah waktu untuk mendoakan anak-anak dimanapun ia berada.
Nah, Buk Ibuk dan Sahabat, dari 5 tips di atas, kita dapat menggarisbawahi bahwa peran orang tua itu sangat penting dalam tumbuh kembang anak dan membentuk kebiasaan-kebiasaan baik anak. Memberikan arahan yang konstruktif secara terus menerus nantinya akan memberikan kebaikan pada diri anak, sehingga pembiasaan baik itu akan diingat dan dilakukan. Semoga Allah selalu menguatkan usaha-usaha terbaik kita sebagai orang tua yang terus belajar untuk membersamai anak demi memiliki kebiasaan-kebiasaan baik di rumah dan menjadi pribadi terbaik di mata Allah. Amiin Allahumma Amiin.




