
Buku Roti Manis Pembawa Petaka merupakan cerita pendek berbahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh dua mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebagai karya awal terjemahan, cerita pendek ini sangat menarik dan perlu diapresiasi.
Judul Buku: Roti Manis Pembawa Petaka
Judul Asli: Thahir wa Nadia
Penulis: Amin Salamah
Penerjemah: Hasna Belinda Ardelia dan Hafitta Illa
Penerbit: BSA Squad Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Percetakan: Linkmed Pro Jogja
Cetakan I : Agustus 2024
Jumlah halaman: 40
Isi Cerita
Cerita pendek ini menceritakan kehidupan keluarga kecil yang sederhana dan mengalami kelaparan yang parah. Hari demi hari berjalan dengan sangat menyakitkan, bagaimana rasa lapar menyerang hingga mereka sulit tidur. Keluerga kecil ini terdiri dari ayah, ibu , dan kedua anak mereka Thahtir dan Nadia, sepeninggal istri pertamanya, sang ayah pun menikah kembali.
Suatu ketika, saat kelaparan menyerang, sang ayah akhirnya meminta pendapat istri keduanya bagaimana harus menyelesaikan persoalan kekurangan bahan makanan di antara mereka. Sang istri menyarankan agar mengajak kedua anak mereka Thahir dan Nadia ke dalam hutan dan meninggalkannya d sana. Sebenarnya sang ayah tidak menyetujui ide jahat sang ibu tiri, namun ia tak kuasa menghadapinya.
Thahir mempersiapkan strategi agar ia dan adiknya dapat kembali ke rumah mereka lagi. Akhirnya, hari yang ditentukan tiba dan keesokan harinya anak-anak itu berhasil kembali ke rumah dengan selamat dengan strategi yang ia lakukan.
Pada waktu yang lain, kelaparan kembali melanda, dan kali ini sang istri kembali menjalankan ide jahatnya dan membawa kedua anak itu ke dalam hutan yang jauh, dengan harapan agar mereka tak dapat menemukan jalan pulang.
Baca juga:
Review Buku Anak: Taman Tanpa Aturan
Membangun Kesadaran Membaca Buku Pada Anak Sejak Dini
Sepeninggal ayah dan ibu, kedua anak itu berusaha mencari strategi yang dilakukannya semalam melalui remah-remah roti, akan tetapi sepertinya kawanan burung telah memakan remah-remahnya, akhirnya keduanya terus mencari jalan dan akhirnya mereka pun tersesat hingga bertemu dengan rumah kue.
Rumah yang terbuat dari kue ini sangatlah lezat, Thahir dan Nadia pun memakan bagian-bagian kue di rumah itu sampai seorang nenek sang pemilik rumah kue dating. Sang nenk merasa gembira atas kedatangan mereka dan menjamunya dengan berbagai makanan dan susu. Saat itu keduanya menjadi orang yang sangat beruntung, padahal ada niat licik yang dimiliki si nenek.
Ternyata, keduanya ditipu, sang nenek menginginkan daging tubuh keduanya untuk makanannya. Nadia mengetahui tipu muslihat ini dan berusaha untuk menyelamatkan kakaknya.
Ketika sang nenek meminta Nadia untk mengecek oven tetapi ia tidak bisa dan akhirnya si nenk mengecek ovennya dan Nadia pun mendorong si Nenek ke dalam oven. Nadia pun melepaskan saudaranya dan keduanya mengisi seluruh kantong rumahnya dengan barang-barang berharga milik si nenek sihir seperti emas dan berlian. Kemudia keduanya bergegas meninggalkan rumah kue dengan selamat.
Refleksi Pembacaan atas Buku Roti Manis Pembawa Petaka
Buku berjudul Roti Manis Pembawa Petaka ini merupakan karya terjemahan dari judul aslinya , yaitu Thahir dan Nadia. Buku ini adalah hasil dari proyek magang mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 7 yang mengambil konsentrasi terjemah. Salah satu yang mereka lakukan adalah menerjemahkan buku-buku fiksi berbahasa Arab agar dapat mewarnai khazanah dunia fiksi Indonesia dengan membawa berbagai karya terjemahan dari belahan dunia, khususnya dunia Arab.
Cerita yang diceritakan dalam buku ini seringkali terjadi di kehidupan nyata, bagaimana gambaran seorang ibu tiri dalam memperlakukan anak-anak tirinya. Dari cerita ini kita belajar bahwa kebaikan akan mendapatkan kebaikan dan kejahatan pasti akan dikalahkan dengan kebaikan.





2 Comments. Leave new
[…] Review Buku Roti Manis Pembawa Petaka […]
[…] Review Buku Roti Manis Pembawa Petaka […]