
https://www.pexels.com
Hidup adalah sebuah Pembelajaran sejati dan belajar itu tak kenal usia. Manusia, berapapun usianya ketika ia masih berazam (berniat) untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam hidupnya, sesunguhnya ia telah melakukan apa yang dinamakan dengan “life long education”, belajar sepanjang hayat. Seseorang yang belajar tentu berangkat daripada niat. Pada waktu niat telah ditancapkan, ia akan memotivasi diri untuk sampai pada suatu tujuan.
Pernahkah Narablog melihat ada seseorang yang berusia senja tetapi masih asyik duduk menimba ilmu bersama para anak-anak muda? Itu satu diantara banyak potret bahwa seseorang yang sudah berumur masih memberikan kesempatan pada dirinya sendiri untuk mencari ilmu. Seringkali kita temukan para Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang menyisihkan waktu untuk belajar tahsin al-Qur’am (memperbaiki bacaan al-Qur’an), belajar kehidupan dari kitab-kitab Turats dan menggali makna serta nilai-nilai religius untuk kebutuhan diri menjadi sosok manusia yang baik dan bermanfaat bagi sesame.
Nah, sebagai khalifah Allah di bumi ini, kita diperintahkan untuk selalu mencari ilmu, sebagaimana hadits Rasulullah:
أطلب العلم من المهد إلى اللهد
Artinya: “Tuntutlah Ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.”
Hadits diatas menganjurkan agar umat manusia mencari ilmu, belajar sehingga ia tahu sejak buaian, sejak ia lahir ke dunia ini hingga kembali pada Allah (liang lahat). Begitu pula dalam hadits berikut ini:
طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.”
Maknanya, bahwa belajar wajib dilakukan oleh semua orang, baik itu laki-laki dan perempuan. T
Nah, di era serba digital ini, belajar tak lagi sulit. Semua fasilitas ada dan menembus ruang dan waktu. Artinya, kemudahan belajar jangan sampai membuat kita lalai untuk bersemangat dalam mencari ilmu. Sebagai pembelajar sejati perlu ada cara-cara yang perlu dilakukan untuk terus bersemangat dalam belajar, sebagai berikut:
- Belajar dengan sepenuh hati
Taka da kata terlambat bagi siapapun untuk belajar dan mencari ilmu. Sepanjang ia berniat dan bersemangat serta memberikan waktu yang dimilikinya untuk belajar maka ia bisa disebut pembelajar sejati.
- Belajar dari pengalaman
Belajar tak perlu harus di bangku sekolah dan kuliah. Belajar bisa dimana saja, di majelis taklim, belajar dari pengalaman orang-orang melalui berbagai sarana yang kita punya, misalnya internet, bergabung di grup-grup motivasi, hingga komunitas onlne dan offline.
- Bermanfaat bagi orang lain
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Hadits ini mengajak kita untuk selalu menjadi orang yang membawa kebermanfaatan bagi umat, sehingga perlu semangat untuk menyelami samudra ilmu Allah yang tak pernah kering. Setelah punya ilmu, hendaklah beramal sehingga terasa kebermanfaatannya.
Nah, 3 cara diatas bisa dilakukan untuk menjadikan diri kita sebagai sosok pembelajar sejati yang memiliki keilmuan yang luas. Seygyanya setelah memiliki ilmu, jadilah seperti padi yang selalu merunduk, selalu mau berbagi pada sesame. Semoga bermanfaat.
#ODOPISB2020
