
Assalamualaikum Buk Ibuk dan Sahabat? Semoga sehat selalu. Hari ini sudah kurang lebih dua minggu Ananda masuk sekolah. Apakah ada banyak drama? Duh, asli ya…ada banyak hal yang harus berungkali dilakukan agar Ananda memahami dan dapat lebih mandiri lagi ke depannya.
Membincang kesiapan anak untuk masuk sekolah itu ternyata bergantung pada diri anak itu sendiri Buk Ibuk dan Sahabat, terlepas dari usia anak ya? Terkadang anak yang usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dia bisa berusaha menyiapkan diri untuk rutinitas ke sekolahnya, dan terkadang anak di usia menengah ke atas malah santai untuk urusan sekolah. Menurut saya, semua kembali pada diri anak, dan kemandirian ini memang perlu diasah. Bagi anak-anak usia dini kemandirian perlu diajarkan sehingga ketika dewasa ia sudah terbiasa.
Kemandirian ini dalam keseharian anak juga tergantung pada diri si anak, apakah ia mampu untuk berusaha mandiri dan memupuknya sehingga ia dapat merasakan manfaatnya. Ada banyak drama keseharian, terutama menjelang masuk sekolah pasca liburan. Pastinya sebagai orang tua sangat menginginkan anak-anak tumbuh dan mandiri dengan baik, namun ada banyak PR juga yang harus selalu diingatkan mengenai buku-buku sekolah baru yang harus disampul rapi, buku-buku bacaan yang harus diberi nama dan disampul, bed seragam yang harus diganti dan dijahit kembali, berbagai printilan sekolah seperti alat tulis, kaos kaki, dan lainnya, semuanya perlu dicek dan diingatkan pada anak agar memahami barang-barangnya sendiri.
Baca juga:
3 Tips Membangun Komunikasi Ala Generasi Z
5 Cara Efektif Membaca Buku Bagi Para Ibu
Drama awal masuk sekolah ini kadangkala mengharubiru perasaan lho Buk Ibuk dan Sahabat, di pagi hari rumah jadi penuh suara alias berisik karena pencarian barang-barang yang kadangkala takt ahu rimbanya atau balik lagi dari beberapa meter karena ada barang yang lupa. Drama banget di pagi hari pooknya.
Nah, ada 3 tips untuk mengurangi drama keruwetan kemandirian anak-anak, yaitu:

1. Mengecek Perlengkapan Anak
Perlengkapan sekolah terutama kaos kaki ini bolak-balik beli lalu lenyap, yang tertinggal hanyalah sebelah kaos kaki dan akhirnya beli lagi. Perlengkapan-perlengkapan ini perlu dipersiapkan jauh-jauh hari, karena biasanya bikin drama, mood buruk, dan hingar binger di pagi hari. Anak-anak diminta untuk menjaga barang-barangnya agar tidak hilang. Untuk anak-anak yang remaja bisa diingatkan untuk mempersiapkan barang-barangnya dengan mandiri.
2. Tidur Malam dengan Segera
Perkara kurang tidur ini bisa jadi soal anak terlambat bangun pagi, sehingga mengakibatkan semua hal juga berjalan lambat. Padahal, keterlambatan bangun pagi ini membawa banyak dampak, diantaranya macetnya jalanan, walaupun sepeda motor mudah untuk cepat sampai, akan tetapi kondisi jalanan tidak memungkinkan, jadinya lagi-lagi akan terlambat masuk sekolah.
3. Libatkan Anak dalam Setiap Proses
Proses mempersiapkan rutinitas harian masuk sekolah pasca liburan ini perlu melibatkan setiap anak, agar mereka merasa bertanggungjawab terhadap barang-barangnya serta segala pernak-pernik sekolah yang dimilikinya.
Membangun kemandirian anak memang tak semudah membalikkan telapak tangan, dan mustahil muncul dalam waktu semalam. Oleh karena itu perlu pengkondisian agar mereka memahami bahwa waktu liburan telah habis dan bersiap untuk kembali pada rutinitas harian di sekolah. Sebagai orang tua, tentunya drama kemandirian anak ini tak akan terjadi berlarut-larut ya? Sehingga mari kita berupaya untuk mengedukasi ananda, agar terbangun pola kemandirian rutinitas yang baik.



