Koperasi Digital: Inovasi Tiada Henti di Era Revolusi Industri 4.0

November 01, 2019



https://pixabay.com

Berbicara tentang koperasi pastinya flash back sejenak pada sejarah koperasi yang sangat berjasa membantu kesejahteraan rakyat, terutama di pedesaan. Sehingga, koperasi masih tumbuh subur di bumi nusantara, tentunya hasil jerih payah para pendahulu, Bapak Koperasi kita Mohammad Hatta dan dukungan seluruh lapisan masyarakat yang membuat keberadaan koperasi hingga kini masih eksis.

Lihat saja, beragam koperasi pasti ada dan masuk dalam berbagai lini masyarakat, seperti koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Pegawai Negeri di lingkungan seluruh kementerian di Indonesia dan lainnya. Koperasi ini masih ada dan setiap tahun menghasilkan laba yang cukup fantastis yang dipergunakan untuk kesejahteraan anggota koperasi juga.

https://pixabay.com

Memasuki era baru beragam kegiatan yang dulunya bersifat tradisional harus seiring waktu menyamakan dengan kebutuhan zaman. Era digital saat ini timbul sebagai dampak adanya revolusi industri 4.0 yang berdampak pada berkembang pesatnya teknologi internet. Sekarang, semua kegiatan banyak menggunakan aplikasi berbasis internet. Sehingga kini keberadaan teknologi (baca: internet) secara tidak langsung disadari atau tidak sangat membantu manusia dalam menjalankan kehidupannya, seperti memesan kendaraan, memesan makanan, kursus pelajaran, belanja online dan semua kegiatan bersifat online semuanya berbasis teknologi. Sehingga seakan-akan manusia kini mengalami ketergantungan terhadap teknologi, terutama internet.
https://pixabay.com

Seiring berkembangnya waktu, maka koperasi mulai berbenah. Koperasi dituntut think global  dan  koperasi digital adalah sebuah terobosan baru yang harus segera dibuat agar program-program kopreasi bisa terealisasi dan familiar, khususnya bagi para generasi milenial Indonesia. Sehingga koperasi zaman now harus bisa mengakomodir kebutuhan para generasi milenial, karena sejatinya koperasi dan generasi tak bisa dipisahkan, apalagi pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami masa bonus demografi yaitu jumlah usia produktif masyarakat Indonesia lebih besar dibandingkan dengan usia non produktif, artinya Indonesia harus segera mempersiapkan skill yang sesuai untuk dapat memetik manfaat maksimal dari adanya bonus demografi terkait dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan, keterampilan termasuk dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja, sebagaimana yang disampaikan oleh Bappenas.go.id.

Contoh aplikasi koperasi digital

Oleh sebab itu, untuk menjadikan keberadaan koperasi lebih dikenal oleh generasi milenial, maka diperlukan aneka terobosan baru bagi program-program koperasi agar dikenal oleh generasi milenial, seperti inovasi di bidang pemasaran dengan berbasis online, semua produk UMKM daerah dapat dikenal luas dan tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan peluang kerjasama yang lebih luas dalam peningkatan produk yang berarti menghasilkan manfaat yang sangat significant karena generasi milenial lebih menyukai berselancar di dunia maya, berbelanja tanpa datang ke toko cukup mengandalkan jari-jari saja dan koperasi digital membidik kesempatan-kesempatan tersebut.

https://pixabay.com

Berangkat dari pemaparan di atas, bahwa koperasi digital kini sangat dibutuhkan, agar keberadaan koperasi zaman now tetap eksis dan dikenal di kalangan generasi milenial. Sehingga, perlu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan keterampilan (skill) pengelola koperasi untuk lebih aware (sadar/paham) akan dunia digital, juga perlu pembaharuan dalam sumber daya manusia (SDM) melalui rekuitment tenaga-tenaga pekerja di koperasi yang terbuka bagi generasi milenial, agar nilai-nilai koperasi tetap membumi di kalangan masayarakat Indonesia dari lintas generasi.

Tulisan ini diikutkan pada Kompetisi PRAJA 2019 untuk Kategori Karya Tulis Blog

#PRAJA2019
#anugerahMISGroup
#koperasi
#wirausaha






You Might Also Like

1 komentar