Belajar Kesabaran dan Keikhlasan dari Bidadari Untuk Dewa (BUD)

September 04, 2019



Judul Buku     : Bidadari Untuk Dewa
Cetakan          : Ketiga, Desember 2017
Penulis            : Asma Nadia
Penerbit         : KMO Publishing
Tebal              : 528 Halaman

“Bahagia itu dekat, dekat dengan-Nya, dan dekat denganmu” (Quote, BUD)

Masya Allah, dasyat, luar biasa, keren, apik dan nyesel banget bila kalian nggak baca…..kata-kata ini semoga berhasil ‘mengejawantahkan’ kesan yang dapat saya bagi pada kalian semua Narablog budiman tentang apa yang saya rasakan setelah saya melahap habis buku best seller  base on true story ini.

Daftar Isi Buku BUD



Sekilas Isi Buku BUD
Buku Bidadari Untuk Dewa (BUD) ini adalah buku kesekian kali yang diterbitkan oleh KMO Publishing.  Lewat tangan dingin Mbak Asma Nadia, novel BUD ini  menjelma menjadi sebuah cerita kehidupan dengan mengalir, penuh makna dan tak ada kesan menggurui. Bumbu-bumbu kehidupan tokoh-tokoh mitologi Yunani disematkan dalam cerita yang menggambarkan sosok Dewa Eka Prayoga sebagai Hercules Bundanya.

Dibesarkan oleh seorang single parent tak membuat Dewa (tokoh utama) dalam novel ini berkecil hati. Ia tumbuh menjadi anak yang mandiri, bertanggungjawab dan amanah. Saat berkuliah di jurusan kimia, Dewa berusaha mencari penghidupan dari kemampuan yang dimilikinya. Bermodalkan kemampuan ia pun melamar pekerjaan, walaupun banyak yang menolak karena masih mahasiswa semester baru. Berbekal keyakinan dan berusaha meyakinkan pengelola bimbel, akhirnya Dewa berhasil bekerja dari nol dan membangun mimpinya. Bimbel yang ia tekuni maju pesat dikarenakan adanya pengajar yang berbeda dari yang lain, hal ini membuat Dewa mengalami tambahan finansial. Bimbel tempat Dewa bekerja makin diminati dan membutuhkan banyak pengajar. Disinilah Dewa mulai bertemu sang pujaan hatinya, sang Bidadari.

Dewa adalah sosok mahasiswa yang sukses, entrepreneur muda yang sering diundang ke berbagai tempat untuk menyampaikan motivasi bagi para penguasa muda. Sosok pebisnis tulen yang sering mendapatkan beasiswa untuk memajukan usaha bisnisnya di kampus. Dewa pernah mencoba 15 macam bisnis namun tinggal beberapa bisnis yang ditekuninya.
Seiring berjalannya waktu Dewa pun menikah dengan Haura sang pengajar bimbel. Lalu dimulailah episode-episode baru dalam kehidupan mereka. Bayangkan, secara logika bagaimana kalian para Narablog yang budiman, jikalau hidup menanggung hutang dan tak tanggung-tanggung sekitar 7 Milyar. Duh….bagai keruntuhan palu ya? saya pun tak kuasa membayangkannya. Bayangkan lagi, pertistiwa itu terjadi pada 18 hari pasca pernikahan keduanya. Haduh….saya nggak kuat membayangkannya, apalagi mengalaminya. Namun, kedua pasangan ini menyebut dan memandang semua episode yang terjadi adalah sebuah ujian kehidupan yang dikirim oleh Allah SWT. Allah Maha Tahu segalanya apa yang terjadi di masa lalu, sekarang dan masa depan.

Selain ujian ditipu oleh seseorang sehingga meninggalkan hutang milyaran, Dewa juga mendapat ujian yang tak bisa dibayangkan. Saat ia terpuruk, tak ada lagi teman seperti dulu, yang ada hanyalah ia dikejar-kejar para penagih. Hanyalah istri dan dua sahabatnya yang menemani masa-masa Dewa sulit. Suata hari mereka pun berbisnis makanan namun berhenti di tengah jalan. Berbekal nasihat seorang sahabat, Dewa mencoba untuk menulis, sebagaimana keahlian yang dimilikinya. Selama tujuh hari tujuh malam ia tidak tidur, ada energy yang membuatnya untuk bangkit, Dewa telah menemukan ‘tongkat Nabi Musa’ dan ia mencobanya. Setelah melakukan pembaacaan terhadap bukunya dan menerbitkannya, Alhamdulillah buku laku keras dan Allah memberikan berlipat-lipat rezeki kepada usaha Dewa.
Tak hanya ujian di bidang financial, Dewa juga mengalami sakiit langka, yaitu GBS (Guillain Barre Syndrome), penyakit yang disebabkan oleh penyimpangan system imunitas. Hal ini menyebabkan lumpuh sementara atau permanen. Jangan kalian tanyakan bagaimana perasaan Haura selama ini melihat suaminya sakit dan berujung koma. Namun, semangat Haura untuk membuat sembuh Dewa sangat besar. Haura tahu betapa Allah itu dekat dan ia terus meminta untuk kesembuhan ayah dari seorang gadis kecilnya.

Alhamdulillah, Dewa akhirnya siuman dan ia harus menjalani fisioterapi pasca koma. Sahabat-sahabat banyak yang menjenguk dan memberikan kekuatan pada diri Dewa. Hal ini menyuntikkan asa dan semangat baru bagi sosok Dewa untuk menghadiri undangan seorang sahabat dan berbicara di hadapan mereka. Kalian tahu para Narablog yang budiman? sebelum dua tahun Dewa telah sembuh dan masya Allah berbicara di hadapan mereka serta membagikan semua kisah dan pengalaman hidup serta bisnis Dewa selama ini.


Kelebihan buku BUD
Bukunya tak hanya bercerita tentang perjalanan hidup (memoar) tokoh Dewa dan Haura saja, namun lebih dari itu. Dalam buku ini, kalian bisa mendapatkan berbagai pelajaran berharga tentang dunia bisnis, pahit manis mengelola bisnis, bagaimana menghadapi berbagai permasalahan dalam bisnis, bagaimana mengelola emosi dan bagaimana menyikapi suatu ujian hidup yang dating. Kesemuanya dijelaskan melalui bahasa-bahasa yang mudah dimengerti dan mengena banget.

Nilai-nilai dalam BUD
Buku terbitan KMO Publishing kali ini banyak memberikan warna baru dalam kehidupan saya pribadi. Bidadari untuk Dewa (BUD) ini memberikan pencerahan dan energy positif kepada saya bahwa Allah itu dekat, serahkan semua hal pada si pemilik kehidupan, apapun namanya, berserah diri dan tawakkalpada Allah. Buku ini memberikan penjelasan kepada kita, bahwa apapun yang terjadi pada hidup kita, baik itu persoalan hati, keluarga, bisnis dan semuanya harus melibatkan Allah.  Selain itu, sosok Bidadari Untuk Dewa, sang istri adalah seorang yang Allah beri kesabaran yang amat luas dalam menemani suami dalam suka dan duka, mendukungnya dan ridha atas semua jalan hidup yang dijalani.

Kesan saya pribadi
Buku Bidadari Untuk Dewa (BUD) ini sangat menginspirasi. Saya seakan tertarik dalam sebuat putaran energi bahwa tak ada yang tidak bisa, selama kita sebagai manusia terus berusaha dan berdoa, Insya Allah akan ada jalan dan Allah itu ada bersama kita. 

Yuk, sama-sama belajar kesabaran dan keikhlasan dari sosok pasangan Dewa dan Haura melalui Bidadari Untuk Dewa (BUD).

#ODOP
#EstrilookCommunity
#Day 2
#BelajarKesabaranDanKeikhlasan
#BidadariUntukDewa




You Might Also Like

0 komentar