5 Skills yang Perlu Ditekuni Bagi Seorang Dosen

Juli 08, 2019



Assalamualaikum Narablog semua. Alhamdulillah sehat kan? Semoga sehat selalu ya?. Kali ini saya akan berbagi tentang skill yang saya miliki dan tekuni selama ini.

Sebagai seorang pengajar di sebuah perguruan tinggi Islam tentunya saya harus terus menekuni bidang yang telah saya pilih. Saya pengajar (dosen) di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Humaniora , UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Berlokasi di sebuah kota pelajar yang cukup padat, berhawa dingin dan tentunya banyak dikelilingi oleh kampus-kampus ternama.

Menjadi dosen adalah sebuah cita-cita saya, padahal dulu saya ingin bekerja di kantor tabloid, biar bisa menulis dan menulis terus. Seiring berjalannya waktu, ternyata sebagai dosen saya tak hanya diamanati mengajar banyak mahasiswa saja, akan tetapi melakukan kegiatan menulis, meneliti dan mengabdi. Tri Dharma Perguruan Tinggi (mengajar, meneliti, dan mengabdi) adalah tugas yang diembankan oleh negara dan kampus kepada saya, apalagi saya seorang ASN.

Tentunya untuk menunjang skill yang saya miliki, sebagai pengajar (dosen) saya harus banyak melakukan berbagai hal untuk mengasah skill yang saya miliki selama ini. Berikut ini 5 skills yang perlu saya tekuni yaitu:

1    1. Mengikuti workshop pembelajaran

Workshop di kampus (Foto dokumen pribadi)

Kegiatan-kegiatan ini saat saya menjadi dosen baru duuh banyaknya. Beragam workshop saya pernah ikuti. Workshop pembelajaran bahasa Arab terkait materi sastra, linguistik, budaya dan filologi pernah saya ikuti. Dalam workshop pembelajaran ini kita mendatangkan narasumber serta sharing ide dan berbagai pertanyaan kepada para narasumber. Saya pernah mengikuti berbagai workshop pembelajaran bahasa Arab, workshop bahasa Cina, serta beragam workshop terkait pembelajaran secara umum. Biasanya kegiatan ini berlokasi di dalam kampus dan terkadang di luar kampus.

Workshop ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi guna meningkatkan skill yang  saya miliki, memberikan pemahaman yang mendalam serta mempraktekkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan dari seminar kepada mahasiswa, misalnya terkait pendekatan, metode, teknik pembelajaran, membuat silabus dan rancangan pembelajaran semester (RPS) serta bagaimana mendesain dan mengembangkan buku ajar sesuai matakuliah yang saya ampu.

2    2. Mengikuti Kegiatan Seminar 

Saat seminar bahasa Arab di Aceh (Foto dokumen pribadi)
Mengikuti Konferensi Bahasa Arab (Foto dokumen pribadi)

Berbagai seminar-seminar dari seminar nasional hingga internasional bahasa Arab saya ikuti. Hampir setiap tahun saya mengikuti seminat IMLA (Ittihadul Mudarrisi lil lughah al-arabiyah), yaitu salah satu seminar bahasa Arab internasional bagi para pengajar (dosen) bahasa Arab yang digelar bergantian di perguruan-perguruan tinggi se Indonesia. Alhamdulillah, saya pernah menghadiri acara ini di Jakarta (Universitas al-Azhar), Malang (UIN Maliki Mlang), Aceh (UIN Ar-Raniri Banda Aceh) dan insya Allah tahun ini akan ke Bandung (Universitas Padjajaran). Selain itu saya juga mengikuti konferensi nasional bahasa arab yang difgelar di Universitas Malang setiap tahun. Dalam kegiatan ini saya mengirimkan paper dan menjadi pembicara bersama para dosen dari dalam dan luar negeri. Alhamdulillah atas izin Allah dengan berkah bahasa Arab saya bisa berseminar serta berkomunikasi dan menjalin persahabatan dengan seluruh pengajar (dosen) dari seluruh Indonesia dan juga luar negeri.

Banyak manfaat yang saya dapatkan dari kegiatan seminar-seminar yang saya ikuti, yaitu: saya tahu berbagaiperkembangan  topik-topik yang terkadang sepele di sekitar kita, ternyata bisa diangkat sebagai tulisan, menjalin silaturahmi sesama dosen bahasa Arab, mendapatkan banyak informasi terkait makalah dan bidang studi serta horizon baru dalam kajian sastra dan pembelajaran bahasa Arab teutama dalam mengajarkan mata kuliah serta membimbing skripsi dan tesis para mahasiswa.

3    3. Mengikuti Kegiatan Penelitian

Laporan penelitian (Foto dokumen pribadi)
Kegiatan penelitian ini terjadwal dan saya harus membuat berbagai proposal penelitian yang akan diajukan ke kementerian Agama pusat, lembaga penelitian dan pengabdian kampus serta fakultas. Alhamdulilah, saya paling sering mendapat dana hibah, alias proposal saya lolos di tingkat fakultas. Walaupun hasilnya jika dirupiahkan minim dibandingkan dengan penelitian kampus dan pusat, namun saya bersyukur proposal saya masih diterima dan saya dapat berkonstribusi pada masyarakat akademik.
Dalam menulis proposal otomatis saya harus punya bekal bagaimana menulis proposal, menulis akademik, sehingga reviewer tertarik dan saya mendapatkan hibah tersebut. Duuh…semoga proposal saya lolos ya? doanya.

4    4. Mengikuti Kegiatan Pengabdian

Kegiatan pengabdian masyarakat (Foto dokumen pribadi)

Kegiatan pengabdian masyarakat ini biasanya langsung dihandel oleh lembaga penelitian dan pengabdian kampus. Saya pernah menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posdaya berbasis masjid selama 3 kali serta 2 kali pengabdian biasa dan pengabdian yang digagas oleh fakultas dan kesemuanya berada di luar kota Malang. Walhasil saya harus bersama-sama teman-teman untuk melakukan kegiatan penyerahan serta penarikan mahasiswa yang mengabdi di desa tersebut. Tahun ini semoga saya lolos ya? saya dan teman-teman akan mengabdi di salah satu kelurahan di Malang untuk memberikan pembinaan spiritual kepada masyarakat.

Kegiatan ini sangat memberikan dampak positif bagi diri saya, saya tahu dan memahami tentang: bagaimana semua komunitas/masyarakat itu, bagaimana respon mereka dengan kedatangan kita, bagaimana pola kerjasamanya serta bagaimana membuat masyarakat memahami keberadaan para pengabdi. Biasanya kegiatan pengabdian ini selalu berada di lokasi luar kota Malang. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan universitas tidak hanya sebagai menara gading yang tinggi menjulang namun tak membumi. dengan adanya kegiatan pengabdian ini, sangat dimungkinkan adanya dukungan serta tangan terbuka masyarakat untuk menerima warga kampus dalam melakukan sumbangsih keilmuan yang dimiliki.

5    5. Menulis Jurnal

Menulis Jurnal (Foto dokumen pribadi)

Menulis jurnal penelitian adalah salah satu tugas yang harus saya lakukan. Berawal dari kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di dalam kelas lalu dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah dan dikirimkan ke jurnal-jurnal yang berhubungan dengan bidang studi.

Selain memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, dalam menulis jurnal saya membutuhkan banyak referensi terkait jurnal, buku-buku serta refersnsi lainnya. Berbagai studi pendahuluan dilakukan agar tidak terkena plagiasi. Menulis jurnal ini mengasyikkan juga, karena saya bisa mengeksplor dan membagikan berbagai penagalam mengajar serta analisis saya terkait objek yang saya teliti.


Menjadi seorang pengajar (dosen) itu nano-nano rasanya. Banyak hal yang harus saya lakukan untuk terus mengasah skill dan kemampuan yang saya miliki. Rasa senangnya adalah saat kuliah banyak mahasiswayang aktif bertanya, diakhir matakuliah sebelum berpisah kita berfoto bersama, dan bahagia apabila mendengar dan melihat para mahasiswa telah sukses dan menapaki jenjangn karir sendiri-sendiri. Saya banyak pengalaman, saat kuliah mahasiswa yang bersangkutan biasa-biasa saja, siapa sangka mereka telah bergelar master dan doktor serta menjadi dosen di daerah masing-masing. Paling bahagia bila disapa para alumni yang seringnya saya lupaaa nama mereka, namun saya mengingat wajah. Walhasil seringnya saya merasa mereka baru lulus kemarin padahal 10 tahun yang lalu, dan disaat itu saya bergumam pada diri sendiri…”wah, saya udah tua ya?” hew…hew..
Foto bersama mahasiswa S2 PBA (Foto dokumen pribadi)
Menjalani profesi itu harus sepenuh hati, membutuhkan banyak usaha yang maksimal. Oleh karena itu, saya selalu berusaha upgrade keilmuan yang saya miliki dan berusaha menjadi dosen yang baik dalam mengajar, mendampingi para mahasiswa saat PPL dan menjadi dosen wali akademik serta menjadi pribadi yang ramah dan bersahaja dalam mendidik para mahasiswa untuk melanjutkan Islam, melanjutkan bahasa Arab dan berupaya agar mengamalkan ilmu yang saya miliki kepada civitas akademika dan juga masyarakat. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

#ODOPISB
#Day1
#8Juli2019
#SkillBagiDosen






You Might Also Like

2 komentar

  1. Wah keren
    Menjadi tenaga pendidik itu memang artinya belajar tiada henti juga
    Sebab ilmu pengetahuan terus berkembang
    Seminar, penelitian, membuat jurnal menjadi beberapa aktivitas untuk meningkatkan skill
    Semoga sukses selalu, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mbak. Terima kasih sudah berkenan mampir. Sukses juga buat Mbak.

      Hapus