Mengenal Kain Tenun Khas Flores Nusa Tenggara Timur

Mei 06, 2019

Motif kain Riung, Flores NTT (Foto dokumen pribadi)


Setiap kali menjejakkan kaki di sebuah daerah baru, saya sangat penasaran dengan jenis souvenir yang ditawarkan. Saya sempat mengunjungi daerah Riung Flores beberapa tahun yang lalu. Kebetulan suami asli orang Riung. Mayoritas masyrakat yang hidup di daerah pesisir pantai ini berpenghasilan sebagai nelayan, peternak dan petani. Akan tetapi dalam hal bercocok tanam mereka mengandalkan pada curah hujan, selain itu profesi sebagian yang dimiliki oleh para perempuan adalah menenun, dan ternyata, souvenir yang sempat saya temui adalah kain tenun khas flores. (foto: kain flores)

Saya menjumpai seorang penenun kain khas ini. Masa tenun paling cepat 2 minggu hingga 2 bulan, tergantung detail motif. Motif yang sering saya temui dalam kain tenun Flores ini adalah motif kain berwarna hitam polos dengan menggunakan benang oranye dan kuning yang mencolok (ini khusus di daerah suami saya). Setiap daerah di pulau Flores ini memiliki motif kain tenun yang beragam dan warna warni. Sekarang, seiring berkembangnya zaman, tak hanya kain tenun dengan warna kain hitam, warna-warna lain seperti merah, biru, ungu juga ada dan kain yang khusus digunakan untuk jas berbeda dengan kain untuk sarung.

Kain khas tenun Flores ini dugunakan sebagai seserahan pengantin dan acara-acara adat lainnya. Sehelas kain dan selendang ini dibandrol mulai harga 500 ribu ke atas, harga yang cukup fantastis dan layak diberikan sebagai apresiasi kita terhadap hasil kreativitas masyarakat Indonesia. 

Seiring dengan waktu, jenis kain ini sudah menjadi sangat familiar dengan beragam warna dan dapat dibuat menjadi kemeja, jas, selendang, taplak dan hiasan dinding.

Baju Jas yang saya pakai (Foto dokumen pribadi)



You Might Also Like

0 komentar