Mengelola THR dengan Cerdas

Mei 22, 2019


 

Assalamualaikum, halo…semua… sudah siap-siap mendapatkan THR dari tempat kerja?  Pasti dong ya? atau malah THR nya sedang otw? hew…hew… (saya kepo ya?).

Ramadan sudah memasuki minggu ketiga, biasanya semua instansi bersiap-siap memberikan THR pada seluruh karyawannya. Jadi kata THR muncul saat Idul Fitri akan tiba sebagai rangkaian dari bulan Ramadan. THR biasanya muncul berupa fresh money.  Hampir semua perusahaan, kantor atau tempat kerja lainnya memberikan THR ini. Besaran THR tentu saja berbeda berdasarkan kebijakan instansi masing-masing.

Tetapi, misalkan tempat kerja Narablog tidak terdapat THR, kalian bisa menyiasati dengan menyimpan uang jauh-jauh hari, sehingga saat puasa kita bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat dari uang yang kita simpan. Seakan-akan mendapatkan rezeki yang tak terduga lho hew…hew… misalnya menyimpan uang receh di dalam botol air mineral, menyimpan uang di bank hingga menyimpan uang lewat sekolah anak kita, iya kaan?

Nah, dari beberapa THR yang pernah Penulis terima, berdasarkan pengalaman selama ini, akan tetapi sebenarnya walaupun secara matematis THR kita sedikit, sebenarnya lebih dari cukup lho. Peruntukkan THR ini terkadang yang membuat adanyaTHR tak berwujud, alias menguap hilang entah kemana, pernah begini nggak gaes?? Saya pernah tuuh hew…hew
Nah, berikut ini beberapa tips mengelola uang THR ala saya ya Narablog:



  1. Tentukan peruntukkan dana THR
Dana THR itu sebenarnya banyak atau sedikit ya? bisa banyak, bisa juga sedikit. Nah, narablog harus tahu dana THR itu mau dibuat apa, dan mau dibagikan pada siapa? peruntukan ini sifatnya harus jelas ya? alias wajib, sehingga ketika narablog paham untuk apa dan siapa dana THR itu maka akan memudahkan klasifikasi distribusi dana THR itu sendiri.

  1. Pisahkan dana THR
Nah, ini dia hal yang sepele tapi penting banget, yang mana Narablog harus memisahkan dana THR dengan dana pribadi. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi pada Narablog bahwa dana THR tidak dikumpulkan jadi satu dengan dana harian, sehingga membuat kita tahu berapa dana THR yang keluar. Apabila digabung menjadi satu, maka akan membuat kondisi keuangan kita tidak tidak rapi alias awut-awutan. 

  1. Pergunakan sesuai kebutuhan
Seringkali dana THR terbelanjakan tanpa sesuai dengan kebutuhan yang seharusnya. Oleh karena itu para Narablog harus paham betul apa beda antara kebutuhan dan keinginan, sehingga bisa memetakan apa saja kebutuhan yang hendak dibeli dan dibelanjakan. Hal ini akan membuat dana THR akan terbelanjakan sesuai dengan kebutuhan saja.

Berbicara tentang peruntukan dana THR, biasanya saya menggunakannya untuk:

  1. Membeli keperluan hari raya/lebaran, seperti kue-kue kering, baju lebaran anak-anak, kebutuhan dapur seperti bumbu-bumbu dan sembako serta lauk pauk.
  2. Berbagi dengan keluarga
Idul Fitri datang selain saatnya bermaaf-maafan, juga saatnya berbagi. Nah, berbagi ini bagi saya selain berbagi makanan juga berbagi THR hew…hew.. Biasanya saya berbagi kepada Papa Mama, semua keponakan dan saudara-saudara dari pihak suami.
Saat memberikan sesuatu pada orang lain ada rasa kepuasan tersendiri, betapa Allah telah memberikan pada kita rezeki yang berlimpah untuk berbagi pada sesama. Baiklah Narablog, THR ini pastinya akan memberikan kebaikan bagi diri kita, dengan berbagi dan mempergunakannya sebaik-baiknya agar memberikan pengaruh yang signifikan dan baik pada diri kita. Hal yang paling penting untuk Narablog ingat adalah pasca THR dibagikan harus membawa kemanfaatan pada diri kita dan orang lain. Semoga bermanfaat.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

You Might Also Like

0 komentar