Menahan Amarah Di Bulan Puasa

Mei 18, 2019

Yuuk tahan amarah


Alhamdulillah….sudah masuk hari keempatbelas Ramadan ya Narablog. Pastinya puasa lancar jaya dong. Btw, sudah setengah jalan kita melangkah di bulan suci ini, pernah mendapati rasa ingin marah nggak sih Narablog? pernah yak? Saya juga hew…hew…

Sebagai manusia, natural ya kita bisa marah pada diri sendiri bahkan pada orang lain. Sebabnya apa saja? duuh banyaklah pastinya ya? barangkali sebab salah paham, perkataan yang menyinggung, punya tanggungan hutang misalnya, dan lain sebagainya. Jadi intinya manusia bisa kapan saja marah dan dengan sebab apapun bisa marah.

Dalam dunia psikologi, marah identik dengan kondisi perasaan atau batin seseorang. Ketika ia ingin meluapkan emosinya, maka saat itu kata “marah” muncul. Marah dipercaya dapat memberikan efek positif bagi manusia juga lho Narablog, karena dengan marah semua perasaan dapat tercurahkan. Kecuali Narablog marah-marah terus tanpa ada angin, hujan, dan sebab lainnya, wah…bakal berabe deh nantinya.

Efek Positif dari adanya manusia marah ditinjau dari dunia Psikologi adalah:

Efek positif dari marah

  • Meluapkan Rasa yang Terpendam
Nah, ini dia nih. Manusia perlu dong sekali-kali meluapkan rasa hatinya. Terlepas apakah ia telah disakiti atau tidak, karena dengan meluapkan rasa yang terpendam itu dapat membuang hal-hal buruk yang ada dalam diri seseorang, seperti terkena penyakit misalnya. Jadi boleh banget untuk meluapkan apa yang telah kita rasakan agar apa yang terpendam bisa keluar dan menimpulkan rasa ‘plong’ pada diri kita.

  • Membuat seseorang lebih bahagia
Ketika seseorang telah berhasil meluapkan emosinya, sebenarnya ia telah merasa bahagia lho? Pasalnya ia telah berhasil mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini menjadi beban pikiran dan hatinya, sehingga ia akan bahagia.

  • Memunculkan motivasi seseorang
Motivasi? bisa kah? Bisa lho Narablog. Misalnya saat ada teman kita yang marah, secara tidak langsung akan membangkitkan motivasi kita untuk tidak marah seperti dia, memberikan solusi terbaik dan preventif atas masalah yang ia rasakah dan hadapi. Jadi motivasi seseorang itu muncul lantaran ada orang yang sedang marah

Sedangkan efek negatif dari marah adalah:

Ini dia efek negatif marah
  • Stress
Stres ditengarahi bisa makin bertambah ketika seseorang marah. Semakin sering marah, uring-uringan tidak jelas maka bisa menimbulkan stress, dikarenakan kurang bisa mengendalikan diri dan mengelola emosi.

  • Gangguan penyakit (jantung, kepala, pernapasan, stroke)
Berbagai macam penyakit dalam bakal menyerang lho Narablog, karena marah dapat memicu cepatnya darah terpompa ke jantung sehingga aliran tidak lancar dan terjadilah berbagai macam penyakit ini.

  • Terisolasi secara sosial
Dikucilkan dari pergaulan dengan sebab marah apa benar? bisa? bisa ya Narablog. Siapa sih yang nggak kesal, telinga panas kalau hampir tiap hari berdekatan dengan orang yang kerjaannya marah melulu? haduh, bisa-bisa kita ikutan marah nih. Nah, langkah preventifnya adalah jauhi orangnya dan berkomunikasilah secukupnya.

Jadi, efek positif dan negatif bisa ditimbulkan dari rasa amarah. Untuk meminimalisirnya Narablog harus pintar-pintar mengelola emosi lho, apalagi di bulan suci Ramadan ini, kita tidak bolah marah.

Ini dia tips menahan amarah ya?

Oleh karena itu, ada 3 tips menahan amarah saat berpuasa yang dapat Narablog praktekkan, yaitu:
  • Tarik Napas
Saat marah, tarik napas dalam-dalam. Usahakan penuhi paru-paru kita dengan oksigen dengan menahannya sebentar dan membuang napas. Hal ini menurut ilmu kesehatan dapat meredakan stress yang disebabkan pernapasan yang dangkal dan terlalu banyak tekanan, oleh karena itu, sering-seringlah menarik napas.

  • Ambil Air Wudhu
Saat mau marah, tinggalkan apa yang sedang Narablog lakukan. Segera berwudhu. Air wudhu dapat memberikan kesejukan dan mereda amarah.

  • Alihkan Perhatian
Nah, saat mau marah pada seseorang, bersegeralah tinggalkan dia, Narablog lakukan sesuatu hal yang lain. Mengalihkan perhatian akan memberikan arahan pada otak kita untuk tidak melakukan marah. Ini termasuk bagian dari mengelola emosi juga ya?

  • Tenang
Usahakan untuk bersikap tenang. Sikap tenang dapat membawa suasana hati menjadi lebih santai.

Nah, sebenarnya marah itu boleh apa enggak sih? menurut saya, boleh dong. Apalagi marah pada porsi yang tepat, dalam artian kita marah karena hal yang benar. Akan tetapi selama bulan suci Ramadan ini, sebagai muslim kita dianjurkan untuk bisa menahan semua yang dapat membatalkan puasa, termasuk marah. Sehingga selama sebulan ini kita belajar bagaimana mengelola emosi diri agar di kesebelas bulan yang lalin kita akan terbiasa untuk menahan amarah agar menjadi insan yang bertaqwa.

Sebagaimana hadits Rasul :
  La Taghdhob wa lakal jannah
 “Jangan marah, maka pahalamu adalah surga”.
Akhir kata, yuk sama-sama menaham amarah di bulan puasa ini. Semoga bermanfaat.


You Might Also Like

0 komentar