Membangun Mental Para Sarjana Dalam Membangun Pendidikan Daerah Yang Lebih Baik

Mei 10, 2019

Moment wisuda


Mengabdikan diri di daerah asal bukanlah sesuatu hal yang harus ditunda-tunda pasca wisuda. Keberadaan generasi di daerah menjadi hal yang vital, karena ia adalah sebagai tulang punggung bangsa, dimana segala kemajuan daerah ada pada genggaman tangan mereka nanti.

https://www.google.co.id

Merujuk pada bonus demografi Indonesia yang diperkirakan pada tahun 2020-2030 penduduk usia produktif di Indonesia akan mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia, yang artinya bahwa jumlah generasi muda akan meningkat dan Indonesia harus siap memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, sehingga dengan demikian, jumlah penduduk aktif di Indonesia akan menjadi sebuah harapan dan modal yang positif bagi masa depan Indonesia untuk menuju Indonesia emas 2045,  dimana semua generasi muda adalah generasi yang aktif dan bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Membangun mental

Berbicara soal mental, adalah sesuatu yang tak mudah. Sebagai hal yang abstrak, mental sebenarnya berkenaan dengan batin dan watak manusia (makna dalam KBBI). Secara tidak langsung membangun mental para sarjana yang telah menimba ilmu dengan cara merantau ini juga sangat penting, sebab apa yang akan dilakukan oleh seseorang berawal dari isi batinnya. Sehingga tak salah bila membangun mental generasi muda harus mendapat perhatian serius. Salah satu cara agar memiliki mental baja adalah dengan dukungan dan peran pemerintah yang pro aktif dalam membangun sumber daya manusia, diantaranya dengan memberlakukan kebijakan-kebijakan yang mendukung peran para generasi muda dalam membangun daerah.

Perlunya mengabdikan diri pada masyarakat

Nah, salah satu faktor penting dalam membangun dan mempersiapkan kualitas sumber daya manusia para generasi muda di daerah adalah “Semangat untuk pulang kampung” alias mau mengabdikan diri di tanah kelahirannya sendiri. Para generasi muda diharapkan  memiliki mental baja bagaimana ia seharusnya menjadi bagian dari sebuah masyarakatnya. Para sarjana yang telah merantau mereka pulang akan membawa segudang ilmu yang siap diaplikasikan secara praktis di masyarakat. Mereka akan membangun daerah sesuai dengan disiplin kelilmuan masing-masing. Oleh karena itu, patut kiranya bagi para pemegang kebijakan di daerah memberikan dukungan serta ruang yang seluas-luasnya kepada para sarjana untuk turut andil membangun daerah. Sehingga daerah-daerah yang termasuk dalam kategori 3T lambat laun akan maju, minimal sejajar dengan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Dalam merespon bonus demografi nanti, tentunya banyak persiapan untuk membangun mental para sarjana daerah yang sedang merantau  agar mau pulang kampung dengan berkomitmen untuk  Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia berdasarkan pada:

  1. Adanya tujuan yang ingin dicapai
Ketika seseorang berniat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sudah pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Mencari ilmu setinggi-tingginya dan dimana saja sangat diperbolehkkan dengan memiliki tujuan bahwa ia akan kembali mengabdikan diri pada tempat tinggalnya. Niat ini harus terpatri dalam diri para sarjana, sehingga tidak terjadi ‘ledakan’ penduduk di daerah-daerah seperti pulau Jawa misalnya.

  1. Menumbuhkan rasa cinta daerah
Rasa cinta seharusnya sudah terpupuk sejak para generasi muda akan bertebaran di seluruh pelosok dunia. Cinta pada daerahnya seringkali tercermin melalui komunitas-komunitas kedaerahan yang mereka bangun di kampus-kampus perantauan. Ini merupakan peluang bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa cinta pada daerah, sehingga memiliki niat untuk kembali ke kampungnya sangat tinggi.

Dua hal diatas menjadi penting untuk melihat kembali sejauh mana para sarjana mampu untuk kembali mengabdikan diri dan berinovasi di daerahnya masing-masing.

https://www.google.co.id

Salah satu daerah 3T di Indonesia adalah Flores Nusa Tenggara Timur. Daerah yang berada di kawasan Indonesia Timur ini memiliki keunikan tersendiri. Pengelolaan daerah menurut saya sebaiknya putra daerah yang dapat berperan secara aktif, karena mereka lahir dan sangat memahami kultur budaya serta kultur masyarakatnya. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya inovasi para generasi muda untuk memajukan daerah khususnya dalam sektor pendidikan dan kepemudaan.

Sebagai jantungnya ilmu pengetahuan, pendidikan adalah hak segala bangsa sebagaimana termaktub dalam UUD 1945. Berangkat dari hal diatas, perlunya perhatian para generasi muda untuk membangun pendidikan di daerah. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa mayoritas generasi-generasi muda di Flores NTT adalah para mahasiswa yang sedang merantau ke tanah orang. 

Berdasarkan bonus demografi diatas, maka seyogyanya jikalau mereka pulang kampung maka keberadaan mereka sangat penting dan konstribusi mereka untuk membangun daerah sangat dimungkinkan. Salah satu yang bisa pemerintah daerah lakukan untuk menjadikan pendidikan daerah maju adalah sebagai berikut:

  1. Membangun fasilitas pendidikan
Fasilitas serta sarana dan prasarana sekolah yang ada tetap dimaksimalkan. Dengan adanya bantuan dari pemerintah, pengadaan alat-alat perlengkapan di sekolah semakin dioptimalkan. Setelah itu harus dilakukan pemeliharaan alat-alat sekolah serta gedung fisik sekolah.

  1. Memberikan ruang bagi generasi muda berkarya
Ini adalah hal yang harus dilakukan dengan segera. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi para generasi muda untuk memberikan sumbangsih kongkrit terhadap pendidikan anak-anak di daerah. Hal yang bisa mereka lakukan misalnya:

·      membangun rumah baca. Rumah baca sebagai bentuk aktualisasi generasi muda untuk memperhatikan persoalan pendidikan, dengan memberikan akses positif dalam menggemarkan membaca. Kegiatan ini dapat pula mengurangi penggunaan permaianan gadget yang tengah melanda anak bangsa. Selain itu, generasi muda bisa bekerja sama dengan instansi pemerintah dan non pemerintah untuk pengadaan buku-buku secara swadaya.
·         memberikan les-les privat secara gratis
Saya yakin para generasi muda daerah punya ilmu yang mumpuni untuk menyebarkan ilmunya agar bermanfaat, salah satunya adalah dengan memberikan les-les privat secara gratis seperti les membaca al-Qur’an, bahasa Inggirs, bahasa Arab, matematika dan lain sebagainya. Mereka berperan sebagai pengajar sekaligus fasilitator sesuai dengan bidang yang mereka geluti selama di bangku kuliah.

  1. Memberikan beasiswa
Pemberian beasiswa bagi para generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di luar pulau dan daerah adalah sebuah keniscayaan agar mereka nanti akan pulang ke kampung halaman. Biasanya beasiswa ini sudah dianggarkan pada masing-masing provinsi.

https://korindonews.com

Korindo sebagai salah satu yayasan telah memberikan konstribusi positif dalam membangun keberlanjutan di lima bidang yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur. Dengan visi membangun harmonisasi, manfaat, hubungan keberlanjutan bersama komunitas dan stakeholder untuk empowering dan prospek/masa depan kemajuan masyarakat Indonesia.

Salah satu program pendidikan yang dicanangkan adalah memberikan beasiswa kepada putra daerah. “Program beasiswa ini telah diberikan sejak tahun 1998 dengan total penerima beasiswa hingga tahun 2018 adalah 2.380 mahasiswa” ujar Yi Sun Hyeong pada saat Gathering penerima beasiswa tanggal 1 Desember 2018. Bantuan beasiswa oleh Yayasan Korindo sebagai upaya untuk membawa Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik.

Oleh sebab itu membangun mental para sarjana yang sedang merantau adalah sebuah PR besar semua daerah, dimana para generasi muda yang seyogyanya ia kembali untuk memberikan dan mengembangkan inovasi bagi masyarakat ternyata lebih memilih hidup dan bersaing ketat di kota-kota besar. Harapan agar para sarjana ini akan membawa peubahan yang lebih baik untuk Indonesia serta menjadikan daerah-daerah sebagai terasnya pembangunan bangsa, sehingga akan melahirkan kualitas pendidikan daerah yang memuaskan.

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Korindo Blog Competition 2019 dengan tema "Membangun Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).





You Might Also Like

0 komentar