Antologiku Dari Masa Ke Masa (Bagian 2)

April 05, 2019

Lauching Antologi Komunitas Malang Menulis (Dok pribadi)


Menulis bagi saya pada awalnya adalah meluapkan hobi yang saya miliki. Kemudian saya berinisiatif secara otodidak belajar menulis dari para sastrawan Indonesia dan Arab yang telah mewarnai tema-tema puisi serta cerpen yang saya tulis.

Moms dan sahabat, berikut ini lanjutan antologi saya bagian 2:

1.   Antologi Nulis Bareng “Malang dalam Aksara”

Antologi Mlang dalam Aksara (Dok.pribadi)

Nubar (Nulis Bareng) pertama bagi saya di komunitas Malang Menulis ini muncul dalam antologi “Malang dalam Aksara”. Buku ini bertemakan all about Malang yang terdiri dari 20 cerpen, 26 puisi dan 5 artikel. Antologi ini terbit pada Februari 2018 oleh AE Publishing Malang.
Saya menulis puisi dengan judul berikut:

Siluet Tentang Malang

Malang, kota penuh bunga
Beragam keabadian terpancar dari kotamu
Melalui satu persatu peninggalan sejarah di searah jarum jam
Arca Ken Dedes, Museum, Candi hingga beragam festival tahunan memenuhi barak-barak kota
Malang tempoe doeloe, Festival Bunga hingga pameran buku-buku
Semua menggeliat, memancarkan aura bersemangat menuju kemapanan sebuah kota
Sebagai kota pelajar
Pendidikan mengudara di seluruh titik kota Malang
Mulai Taman Kanak-kanak hingga Universitas
Para pelajarngemilang meraih prestasi setinggi bintang
Belum lagi berbicara soal kuliner, Malang tempo dulu dan sekarang
Semuanya teramu rapi nan sedap dipandang mata
Mulai jajanan pasar hingga kue-kue cita rasa modern
Ditambah dengan aneka kripik temped an kripik buah-buahan
Tak ketinggalan buah Apel lokal yang menjadi icon kota ini
Seluruhnya tumpah ruah dan memenuhi ruang-ruang di penjuru kota
Padanya aku merasakan betapa aku adalah bagian dari kota Malang nan ijo royo-royo
Malang, 3 Desember 2017

2.   Antologi Nulis Bareng “Nuansa Ramadhan”

Antologi Nuansa Cinta Ramadan (Foto dokumen pribadi)

Antologi kedua milik Komunitas Malang Menulis ini berisi tentang Nubar (Nulis Bareng) tiga hal, yaitu cerpen, puisi dan artikel dengan tema Ramadhan. Sebuah tema klasik namun sarat makna dan kisah di balik Ramadhan.

Cerpen saya (Foto dokumen pribadi)

Antologi Nubar ini berisi 21 Cerpen, 19 puisi dan 4 artikel. Diterbitkan oleh AE Publishing Malang pada Juli 2018. Saya menulis cerpen dengan judul “Jawaban Rani”, sebuah cerpen yang berkisah tentang konflik batin yang dialami Rani tatkala calon suaminya menanyakan keberadaan ayahnya yang tak ia ketahui. Selain itu saya juga menulis puisi dengan judul:

Pesona Ramadan

Ramadan mengajakku ber-muhasabah
tak lupa men tarbiyah diri
Ia bagaikan kejora
Selalu menghiasi hati

Ramadan kembali membawa kedamaian
Saat ada amarah berkecamuk
Ia hadir laksana embun
Mendinginkan jiwa

Ramadan memberiku senyuman
Tuk berbagi pada sesama
Agar tersemai suka cita
Terus menggelora dalam dada

Ramadan menebar kebaikan
Tak lagi kubertemu dengan kesombongan
yang ada hanyalah bagaimana mendapatkan gelar
Menjadi hamba yang bertakwa

Ramadan membuatku tersadar
Betapa manusia tempat khilaf dan dosa
Tak cukup waktu untuk bermuram durja
Bersegera untuk menggapai ridho-Nya

Ramadan tetaplah mengundangku hadir
Harummu tersimpan di lubuk hati
Tak ada kata yang pantas terucap
Pertemukan aku denganmu lagi dan lagi
Malang, 24 Juli 2018

3.   Antologi Puisi “Cermin Perpisahan”

Ini termasuk antologi yang cukup lama menunggu bukti terbit. Alhamdulillah akhirnya terbit juga dan hampir tak saya kira. Tulisan-tulisan puisi bertema perpisahan ini mewakili tema besarnya. Diterbitkan oleh Aksara Aurora Media Pati di bulan Januari 2018. Jadi buku ini menjadi awal pembuka lembaran baru saya di tahun 2018. Puisi berisi 111 penulis.
Berikut puisi saya:

Suara Perpisahan

Pernahkah kau berpikir tentang sebuah perpisahan
Tak ada yang musykil dalam sebuah perjumpaan
sahabat, ada kalanya kehidupan harus terus terjalani
Aku di sini dan engkau di sana
Yakinlah bahwa tak ada beda dalam kedekatan kita
Semua masih tergambar dalam ingatan
Sahabat, masih ada banyak cerita yang ingin kubagi
Semua tentang kita, hidup kita, dan cerita kita
Alau jarak terbentang
Yakinlah bahwa perpisahan adalah sebuah keniscayaan
Ia pasti akan dating selepas pertemuan tiba
Ia akan mewarnai hari-hari
Ia akan membawa pada sebuah muara
Layaknya manusia dihadirkan ke dunia
Ia pasti akan kembali pada Rabb-Nya
Malang, 8 September 2017

4.   Antologi Puisi “Negeri Yang Terkoyak Bencana”

Antologi Puisi (Foto Dokumen pribadi)

Buku kumpulan puisi ini tentang “Negeri yang Terkoyak Bencana” puisi ini ditulis oleh 140 penulis Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit FAM Publishing Pare Kediri pada bulan Oktober 2018. Semua bercerita tentang Bencana. Saya cukup lama menunggu buku ini  terkirim karena sedang dicetak ulang. Alhamdulillah sudah bisa mendekapnya. Berikut puisi saya:

Sabda Alam

Saat kemarau menjelang menyapu hujan
Terasa pendar-pendar sang surya menguat
Menancapkan kuku-kuku pada sayapku
Bermandikan peluh menggulung sepi
Sang bayu bertiup bergemuruh melawan ombak
Teman-temanku asyik melaut
Diiringi musik buih-buih nan putih
Berpayung panas mencari makan
Alamku dulu indah, sekarang tidak
Pantaiku gemerlap mutiara, sekarang tidak
Airku jernih, sekarang tidak
Sungaiku, samuderaku, dan daratanku
Kini meraung, menggelepar, mengilu diracuni waktu
Sekarang tak lagi kudengar suaraku bersenandung
Menatap siluet mega di ujung sore
Yang tersisa hanyalah hamparan sawah kering kerontang tak ada air
Sekarang tak lagi kutemui kedamaian
Panas membara di ujung kemarau berkepanjangan yang menderu
Sekarang tak lagi kurasakan keindahan duniaku
Milik siapa alam ini?
Untuk siapa alam ini?
Kepada siapa aku mengadu?
Duhai sang waktu yang terus bergulir
Duhai sang surya yang selalu menemaniku
Duhai sang bayu yang selalu mendengarkanku
Aku terhempas di era tidak jelas
Aku bagai burung yang terkatung-katung
Sayap-sayapku telah rapuh
Tergulung mimpi-mimpi semu
Malang, 19 Februari 2018

5.   Antologi Puisi “Senandung Hati Basagita”

Antologi Puisi Basagita (Foto dokumen pribbadi)

Di tahun 2018 saya bergabung dengan komunitas Basagita. Komunitas ini berhasil menerbitkan 4 cerpen saya dan 2 artikel saya secara online di website kitabasagita.com. 

“Senandung Hati Basagita” adalah awal antologi puisi yang saya ikuti di komunitas ini. Buku yang ditulis oleh 29 penulis ini mengumpulkan 10 tema yang mendasari tulisan dari 29 penulis perempuan yang didominasi oleh emak-emak keren ini. Terbit pada bulan September 2013 oleh KMC Publisher Bandung. Buku ini menjadi buku yang terbit di akhir bulan 2018. Berikut salah satu puisi saya dalam tema “Rindu”:

Kerinduan

Kerinduan menerpaku
Meremukkan tulang belulangku
Senyap, tabularasaku membasah
Engkau bagaikan embun bagiku
Segalanya penuh pelangi
Aku berterimakasih pada Tuhan
Untuk setiap kerinduan yang ada
Untuk setiap kerinduan yang membara
Walau aku sadar asa ada di tangan-Nya
Aku akan tetap menunggu saat-saat itu tiba
Bersamamu mendulang kerinduan jiwa

6.   Antologi Cerpen “The Stories”

Antologi The Stories Basagita (Foto dokumen pribadi)

Saya kembali menulis dalam antologi “The Stories” Basagita Community. Tulisan ini berawal dari Tantangan Menulis Basagita pada tahun 2018 selama satu bulan penuh dengan 20 tantangan tema yang berbeda. Alhamdulillah saya adalah salah satu peserta yang bertahan hingga akhir tantangan. Selanjutnya karya-karya dari 40 para Emak Basagita lahir dengan diterbitkan oleh Penerbit CV Elfa Mediatama Cikarang Jawa Barat.

Ada 2 naskah saya yang masuk dalam antologi ini, yaitu berjudul “Sketsa Saat Hujan” (Tema: Hujan) dan “Mimpi Buruk” (Tema: Meet The Demon). Saya menggunakan tokoh utama “Citra” sosok perempuan muda, mandiri, pekerja keras yang punya masalah keluarga. Ia ditinggal suaminya yang telah menceraikannya dan Citra memilih hidup sendiri walau ada seseorang yang menyukainya. Episode cerita “Sketsa Saat Hujan” menceritakan Citra yang kembali mengingat sosok suaminya, sedangkan episode “Mimpi Buruk” bercerita Citra yang tengah dilanda mimpi buruk dengan bertemu raksasa.

Kesemua cerita yang sudah saya baca memberikan gambaran kisah tentang cerita nyata dan juga fantasi. Para 40 Emak Basagita ini tampil keren dalam mengemas ide menjadi jalinan kata, kalimat dan cerita. Salut buat mereka semuanya.

Nah Moms, dan Sahabat, inilah 12 Antologi saya yang sudah ready ada di tangan dan telah saya baca. Antologi-antologi berikutnya masih dalam tataran Pre Order dan segera saya dekap kembali. Akan ada 4 antologi lagi yang sudah menunggu akan saya review ya? sementara masih di penerbit dan komunitas. So, sabar menunggu ya? Insya Allah akan saya ulas di bagian 3. Terima kasih.


You Might Also Like

0 komentar