Antologiku dari Masa ke Masa. (Bagian 1)

April 01, 2019

Kumpulan Antologi (Foto dokumen pribadi)


Sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren, saya jatuh cinta pada Majalah Annida lewat goresan pena beberapa penulis wanita favoritku. Saat itu saya benar-benar ingin menjadi penulis. Berbekal nekad saya setiap bulan langganan majalah Annida mulai tahun 1996 dan mencoba menulis cerita serta puisi dalam lembar-lembar buku tulisku.

Selepas Aliyah, saya melanjutkan kuliah ke salah satu perguruan tinggi islam di kota dingin, Malang. Saat itu di tahun 1999 cerpenku berhasil menembus tabloid bulanan Kampus dan saat itu saya merasakan bahagianya jika mendapat honor. 

Saya pernah vakum di beberapa waktu dan di tahun 2012 saat LDR dengan suami saya berhasil mewujudkan keinginan untuk mempunyai buku dengan goresan nama saya terukir di sana. Setelah melalui berbagai hal, seperti berkenalan dengan sosial media, kala itu facebook merajai saya berhasil berkenalan dengan berbagai komunitas menulis di fb hingga kini, mengikuti berbagai lomba menulis, menulis di blog hingga memburu publis tulisan di media cetak. Semuanya pernah mewarnai hari-hari saya.

Ada sekitar 19 lebih antologi yang pernah  saya tulis, namun 4 antologi mengalami berbagai hal diantaranya: 1 antologi artikel sudah terbeli namun bukunya raib entah kemana, 1 antologi puisi pas sudah ada uang ternyata terbitannya habis (alias mungkin penerbitnya pas nerbitin buku udah habis bukunya, ndak cetak lagi), 1 antologi cerpen  belum terbeli (kendala keuangan), dan 1 antologi puisi kata si panitia puisi masuk (terbukti lewat email)  namun saat dikonfirmasi bukti terbit ndak jawab-jawab di email, akhirnya saya menyerah ha…ha…

Nah, akhirnya ada 15 Antologi Menulis yang ikuti berikut buku yang saya beli yang terdiri dari Antologi puisi, cerpen dan kisah inspiratif. Yuuuk segera saya beberkan satu-persatu ya Moms:

  1. Antologi Cerpen “Secret Admirer”
Antologi Secret Admirer (Foto dokumen pribadi)

Antologi ni adalah debut perdana tulisan saya di Penerbit Harfeey, salah satu Penerbit indie di Sleman Yogyakarta. Antologi cerpen dengan tema “Secret Admirer” ini terbit dalam 8 jilid dengan kurang lebih 37 kontributor penulis. Tulisan saya berada di jilid 7 terbit pada bulan Maret 2013.
Karya saya (Foto dokumen pribadi)

Di antologi cerpen ini, saya menulis dengan judul “Someone Itu Dia” cerita dengan genre remaja menuju dewasa. Cerita berawal dari perkenalan tanpa sengaja seorang mahasiswi yang sedang duduk di awal-awal bangku kuliah dan bertemu sekilas dengan seseorang di jalan. Para sahabatnya berkelakar barangkali itu sosok someone yang dimaksud.

  1. Antologi Puisi “Istimewa”
Buku Antologi Istimewa (Foto dokumen pribadi)

Antologi ini adalah tulisan puisi perdana saya yang saya terbitkan melalui Penerbit Asrifa di bulan Mei 2013. Puisi ini bercerita tentang istimewanya sosok perempuan dari berbagai sisi. 

Alhamdulillah, puisi saya menjadi pemenang pertama dan berhak mendapatkan buku terbit dengan gratis. Senang banget. Antologi puisi “Istimewa” Istimewa dalam kata Istimewa dalam makna ini berisi 131 kontributor. 

Ini adalah isi puisi saya:

Sendratari Jingga

Sayup-sayup adzam menggema
Berjibaku dirimu bersama waktu
Mengisi ruang-ruang waktu yang meranjak pagi
Dirimu mulai berpeluh
Mengurusi nasi hingga bayi
Menggerus penat beraroma sayang
Pada anak-anak dan suami
Senyuman cinta menghiasi hari-harimu
Ada lelah yang tak terkatakan
Ada banyak cinta terpahat di setiap nafas
Ada senandung cinta membelah jiwa
Kala sendratari jingga mulai berarak
Menggiring debur hati penuh makna
Malang, 03 Mei 2013

  1. Antologi Kisah Nyata “Ramadhan di Rantau”
Antologi Ramadan di Rantau

Ramadhan pasti punya cerita. Inilah gagasan awal penerbit Harfeey yang menginisiasi tulisan untuk menjadi sebuah antologi. 

Tulisan saya (Foto dokumen pribadi)

Saya menulis kisah nyata ini dengan judul “Ramadhan Bersama Mertua” yang bercerita tentang pengalam saya menghabiskan waktu di bulan Ramadhan bersama mertua. Bagaimana saya mengenal lingkungan baru dengan adat dan budaya berbeda serta pengalaman saat berlabuh dengan kapal laut menuju kampung halaman suami di Nusa Tenggara Timur.

Antologi ini berisi 22 penulis yang mengupas habis kisah-kisah seru nan mengharukan saat Ramadhan tiba, mulai mengisi Ramadhan di tanah orang karena bekerja, kehidupan mahasiswa saat Ramadhan tiba, Ramadhan tanpa orang tua dan balutan kisah-kisah nyata lainnya.
Buku Antologi ini diterbitkan oleh Penerbit Harfeey Sleman Yogyakarta pada bulan Juli 2013.

  1. Antologi “Kata Kita”
Antologi Kata Kita (Foto dokumen pribadi)

Antologi cerpen ini berdasarkan cover-cover buku terbitan Penerbit Harfeey. Jadi beragam cover buku bisa mengilhami lahirnya sebuah cerita baru. Buku ini terbit di bulan September 2013 dengan 17 penulis.

Tulisan saya (Foto dokumen pribadi)

Dalam antologi ini saya memilih sebuah cover buku “Melupakan” terbitan Harfeey dan menjadikannya sebuah cerpen berjudul “Asa Baru Untuk Novia”. Cerita ini tentang Novia perempuan mandiri yang berusaha mengeyahkan dan melupakan sosok Ardi masa lalunya dengan menyimpan semua barang-barang pemberiannya dan berusaha move on dari semuanya.

  1. Antologi Puisi “Yang Berguru Pada Sajak”
Antologi Yang Berguru pada Sajak (Foto dokumen pribadi)

Kumpulan puisi ini lahir dari obrolan ringan bersama 3 orang dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Kami bersepakat akan menuangkan goresan pena masing-masing dan menjadikannya sebuah antologi puisi.

Alhamdulillah buku ini terbit pada tahun 2014 di Aura Pustaka Yogyakarta. Menerbitkan buku dengan cara patungan dari 3 dosen. Buku ini sempat dibedah pada tahun yang sama bersama teman-teman mahasiswa di jurusan Bahasa dan Sastra Arab serta dibeli oleh para mahasiswa dan juga kantor jurusan.

Puisi-puisi yang saya tulis menggambarkan tentang puisi realitas yang berangkat dari berbagai persoalan di sekitar. Ada 15 puisi yang saya tulis. Masing-masing dosen juga mempersembahkan 15 karya puisinya. Masing-masing penyair memiliki ragam konsep tema puisi yang berbeda-beda.

  1. Antologi Puisi “Risalah Para Perindu Bisu Rasulullah SAW”
Antologi Risalah Para Perindu Bisu (Foto dok, pribadi)

Pada tahun 2017 buku antologi puisi ini lahir dalam rangka Gebyar Isro’ Mi’roj, diterbitkan oleh Penerbit Dreamlitera Malang. Kegiatan yang diprakarsai oleh anak-anak Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab sengaja menghelat acara ini dengan mengadakan lomba menulis puisi untuk umum.

Alhamdulillah saya keluar sebagau juara 1 dan berhasil mendapatkan hadiah uang tunai + bukti terbit. Antologi ini berisi 58 penulis dari berbagai latar belakang, namun mayoritas mahasiswa. 

Karya saya adalah:

Rindu Sahabatmu dan Rinduku

            Mengenangmu selaksa makna bagiku
            Peran yang penuh arti, seorang mujahid tangguh penegak panji-panji iIahi
            Sosok muslim penuh dedikasi nan kasih
            Tempat beradu rindu para sahabat atas dahaga berbagai ilmu

             Duhai Rasulullah
             Gemetaran menyesakkan dada kala tubuh Ukasyah menyentuhmu
             Saat engkau bertanya siapakah yang memiliki hutang?
             Air mata Ukasyah pun bercucuran, itu karena rindu

           Begitu pula,
           Penuh haru kala Bilal bin Rabbah mengumandangkan adzan lalu tercekat saat                     berucap Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad               adalah utusan Allah), ia pun menangis karena rindu

           juga,
          Penuh kedukaan kala sahabat-sahabatmu bersikeras mengatakan bahwa engkau                masih hidup, engkau tidak wafat, engkau ada
          Semua terjadi karena rindu

          Duhai Rasulullah
          Para sahabat menjadi saksi atas keberkahan Dinul Islam yang engkau bawa
          Para sahabat menjadi agen perubahan berlandaskan syariat, atas pelajaran dan                  pengalaman yang engkau amanatka kepada mereka
          Panji-panji Islam terus bergemuruh di bumi tercinta, bumi Allah

          Panji-panji kebenaran terus melanglang buana menuju kebajikan dan makna hidup              yang telah engkau ajarkan
          Panji-panji cinta telah tebarkan demi li ‘ilai kalimatillah

          Duhai Rasulullah
          Masa shirahmu telah berganti dengan masaku
          Masa dulu, kini, dan nanti masih penuh dengan degub rindu padamu
          Engkaulah badru kita
          Engkau uswah hasanah kita
          Engkaulah penghulu kehidupan manusia

          Duhai Rasulullah
          Kobaran rinduku tidak akan pernah padam ditelan waktu
          Aku terus merindui kala engkau beradu mesra dengan para sahabatmu
          Aku terus merindui masa emas shirah-mu
          Aku terus merindui semua kasih saying pada umatmu

          “Ummati..ummati…ummati…” untaian kata yang terucap saat Rabbul Izzati hendak              membawa ruhmu
          “Ummati…ummati…ummati…” itulah bentuk kecintaanmu pada kami

          Duhai Rasulullah
          Aku harus terus menyalakan lentera jiwa
          Agar generasiku terus bersamamu
         Menegakkan panji-panji Islam dan kebenaran
         Mengobarkan semangat ukhuwah Islamiyah yang selalu engkau dambakan
         Melahirkan muslim-muslim tangguh berakhlakuk karimahsekaligus mujahid-mujahid             Dinul Islam yang mulia

         Duhai Rasulullah
         Rinduku padamu tidak akan rapuh oleh waktu
         Bulir-bulir Sholawat atasmu akan terus bergelombang mengarungi dunia
         Kini dan nanti rinduku tidak akan mati


Nah Moms dan Sahabat, inilah 6 antologi puisi dan cerpen saya, dan akan berlanjut ke bagian 2 ya? Saya akan memaparkan kelanjutan barisan antologi yang tulis. Terima kasih.

You Might Also Like

0 komentar