Review Buku Bicara Seks Bersama Anak

Februari 13, 2019

Buku "Bicara Seks Bersama Anak". Foto: Dokumen Pribadi


Sebagai seorang Ibu dari 3 orang anank, tentunya saya harus banyak-banyak upgrade ilmu. Terutama ilmu parenting. Ilmu bagaimana menjadi sosok orang tua yang baik bagi anaknya. Nah, selain upgrade ilmu parenting melalui kelas-kelas online di whatsapp, saya juga menimba ilmu dari buku-buku terkait dengan ilmu parenting ini, diantaranya adalah persoalan bicara seks bersama anak.

Hemm, menengok judul buku ini awalnya rada bagaimanaaaa gitu. Namun, zaman sekarang berbeda denganzaman saya era tahun 70-80 an yang bicara sedikit tentang seks, sangat tabu. Coba Bunda ingat-ingat kala kita mendapatkan masa menstruasi untuk pertama kalinya? Waduuuh…muka saya kayak kepiting rebus saat sepupu-sepupu saya bertanya, kenapa saya tidak berangkat ngaji. Padahal waktu itu saya kelas 6 SD hampir masuk MTsN. Nah, saat itu saya menjadi anak perempuan yang super duper bingung mengapa tiba-tiba ada darah di celana dalam dan bagaimana cara agar darah tidak menetes, dan beragam pertanyaan lainnya. sehingga mamalah yang telah mengajarkan semuanya mulai memberitahukan bahwa ini namanya menstruasi dan hal itu normal bagi perempuan, lalu saya belajar menggunakan kain sebagai ganti pembalut untuk menahan darah.

Itulah sekilas cerita saya. Tentunya pada masa sekarang seiring berkembangnya teknologi dan juga program televise, eit…televise juga berpengaruh ya? (nanti saya ulas), maka seyogyanya bagi seorang ibu untuk membekali diri dalam rangka memberikan pendidikan, mengedukasi anak-anaknya untuk memahami dunia ini sejak dini.
Sejak dini yang dimaksud adalah saat anak-anak kita sudah dapat memahami perkataan kita. Anak-anak usia TK B , kelas 1 SD sudah harus Bunda edukasi tentang pentingnya menjaga bagian-bagian tubuh sensitifnya.

Oke, lets review buku ya Bunda?

Judul Buku          : Bicara Seks Bersama anak
Pengarang          : Alya Andika
Tahun                  : 2010
Penerbit              : Pustaka Anggrek Yogyakarta
Tebal buku          :140 halaman
Seri                      : Psikologi anak

Buku ini mendapat pengantar dari Dr. Boyke Dian Nugraha , SpOG, MARS ahli Ginekologi dan Konsultan Seks. Beliau berkata bahwa kita harus waspada pada televise. Menurut beliau tayangan-tayangan televisi yang berasal dari aneka tontonan, seperti sinetron, film, reality show dll tengah memberikan tayangan yang bisa berpngaruh negatif pada perkembangan anak.

Makna pendidikan seks itu berbeda dengan pengetahuan reproduksi. Pendidikan seks berarti pendidikan tentang memahami jenis kelamin, juga bisa diartikan pelajaran tentang organ-organ reproduksi. Dengan maraknya berita di dunia maya dan nyata, perlu bagi orang tua untuk membekali anak dalam persoalan ini.

Buku ini komplit banget, ia memberikan pengetahuan bagaimana cara memulai berkomunikasi dengan anak. Misalnya saat anak bertanya dari mana datangnya adik bayi, terkadang mengejutkan, namun seharusnya orang tua menjawabnya dengan benar dan jelas, sehingga tidak menimbulkan multi tafsir.

Mulailah orang tua untuk memberikan pengetahuan penting bagi anak untuk mengenal siapa orang-orang di dekatnya. Siapa yang boleh memeluk dan mencium anak, bagian-bagian tubuh manakah yang btidak boleh disentuh dan segera memberitahukan pada orang tua terhadap apa yang terjadi pada dirinya.

Sehingga dalam proses anak memahami pendidika seks ini, orang tua berperan aktif untuk selalu tampil menjadi teman curhat anak, kapanpun. Misalnya sepulang sekolah ajak anan kita untuk bercerita tentang pelajaran, gurunya hingga teman-temannya. Dengan terjalin komunikasi yang baik akan memudahkan anak untuk memahami apa yang orang tua sampaikan.

Buku ini juga mengupas habis tentang pendidikan seks berdasarkan usia anak dengan model penulisan yang mudah dipahami orang tua. Buku ini memberikan poin-poin tanya jawab serta Thing To Do orang tua pada anak-anak.
Menurut saya, buku ini pas banget dimiliki oleh para orang tua sebagai bekal pendidikan seks di lingkungan keluarga.

#bicaraseksbersamaanak
#sekseducation
 


You Might Also Like

37 komentar

  1. Wah boleh nih Bun bukunya masuk ke list bacaan saya berikutnya. Harus dicari dan dikoleksi sepertinya. Terima kasih untuk ulasannya ya Bunda

    BalasHapus
  2. Waahh bagus yaa Bun bukunya, aku belum nikah sih belum punya anak pastinya hhe, tapi bisa nih buat referensi kedepannya, soalnya memang sulit kalo menjelaskan masalah seks ke anak harus menggunakan bahasa yang bagaimana buku ini bisa jadi pembelajaran ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Siti. Bicara hal yang dulu kita anggap tabu ya? masa sekarang sudah perlu dikenalkan, anak-anak kita edukasi tentang hal ini untuk menjaga agar tak terjadi hal-hal yang tak kita inginkan.

      Hapus
  3. Menarik... Jadi penidikan seks sudah bisa dilakukan sedini mungkin ya bun....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bunda. Untuk penyampaian bahasa terkait usia juga Bunda.

      Hapus
  4. Terima kasih reviewnya mbak, benar ya jaman saya juga dulu tabu bangett kalo ngomong masalah sex, kalau jaman sekarang malah kita harus bisa membekali anak kita sedini mungkin, supaya anak bisa mengerti dan paham masalah ini bukan dari orang lain atau dari televisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mbak Nila. Anak-anak kita usia TK B dan SD kelas 1 sudah bisa kita ajak bicara tentang hal ini, terutama tentang pengenalan bagian-bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain.

      Hapus
  5. lebih baik anak di bekali pendidikan sex dri rumah ketimbang dy harus menyarap mentah2 dari luar.

    BalasHapus
  6. Jadi inget waktu dulu Shasa, ponakan saya tanya, "Adek nanti lahir lewat mana?" saat itu saya sedang hamil. Saya bilang, lewat jalan lahir. Nanti muncul pintunya. Dia tak banyak korek lagi. Lalu saat saya bersalin, dia ikut nunggui. Mungkin intip2, karena posisi di rumah bidan. Setelah itu Shasa bilang, "Adek lahir lewat sini seh." katanya sambil tunjuk selangkang. Rasa bangga terlihat di wajahnya karena tahu. Namun setelah itu semua berjalan biasa saja. Tidak ada yg wah dan tabu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah, dibalik keingintahuannya ya Mbak.

      Hapus
  7. Aku kok punya penilaian beda yah mbak. Aku ga setuju ngasih tau pengetahuan seks pada anak2. Eh tapi usia anaknya berapa dulu? Soalnya anak2 sekarang makin dikasih tau makin dilarang makin penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang anak zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu. Pendidikan seks ini hampir sama dengan pengenalan organ reproduksi Mbak. Jadi dari awal kita kenalkan bahwa anak laki beda dengan perempuan, alat reproduksinya beda, dan minta agar tidak boleh ada orang yang boleh memegang area pribadi anak. Anak TK B dan kelas 1 sudah bisa kita edukasi soal ini. Kalau misal ada pertanyaan dari mana anak lahir, sebagai orang tua harus bisa menjelaskan juga dengan bijak dan hati-hati ya? Terima kasih Mbak.

      Hapus
  8. Saya setuju sebagai ortu kita wajib memberikan edukasi sedari dini mengenai pendidikan seks. Karena anak hadus tau pertama kali dari kita bukan orang lain or media lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Mbak. Orang tua role bagi anak, tempat bertanya apapun.

      Hapus
  9. Bukunya bagus banget, apalagi saat ini marak terjadi kekerasan seksual pada anak. Duh, ngeri Bun kalau ingat semua itu. Semoga anak-anak kita selalu dilindungi Allah di mana pun mereka berada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bunda, sebagai orang tua kita harus membekali banyak hal. Amiin, semoga Allah menjauhkan semua kejahatan pada keluarga kita semua.

      Hapus
  10. menarik mbak bukunya, anak sulungku udah usia 11 tahun dan aku membutuhkan ilmu untuk membersamainya terutama dalam pendidikan seks. makasih mbak sharingnya :)

    BalasHapus
  11. Benar Mbak. Anak zaman skr pikirannya jauh lebih kritis, ditunjang arus informasi yang bebas dan luas dalam genggaman. Saatnya kita sbg orangtua harus lebih mawas... Buku yg bagus untuk inspirasi para orangtua๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  12. Wah boleh nih bukunya dijadiin rekomendasi bacaan bulan depan

    BalasHapus
  13. Reviewnya menarik...sepertinya buku ini harus menjadi koleksi setiap ibu untuk panduan seks edukasi pada anak. Tfs mb...

    BalasHapus
  14. ingettt banget, pertama kali mens juga kelas 6 SD, dan bingung ini apaa, ampe teriak, untungnya itu pas hari minggu pas bangun tidur, langsung diterangin sama Ibu dan berpesan, 'kamu udah gedhe, ati-ati ya"

    Nah kalo jaman sekarang, kita memang belajar gimana menjadi teman & sahabat untuk anak, utamanya dalam memberi info tentang apa yang terjadi pada tubuhnya saat baligh, dst.

    BalasHapus
  15. Wah, dari kalau yang nulis Dr. Boyke sih pastinya bagus ya, Mbak. Pendidikan seks memang seharusnya diketahui dulu dari orang tua langsung. Jangan sampe anak mendapatkannya dari orang lain yg bisa jadi infonya malah mengarah ke yg negatif.
    Nice info, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Tatiek. Saatnya kita jadi orang tua yang harus paham segala hal ya? Semoga allah memudahkan kita. Amiin.

      Hapus
  16. Mengajarkan anak tentak seks (pengenalan organ2 reproduksi) sejak dini memang penting banget ya mbak. Saya jadi tertarik sama bukunya. Buku parenting yang bagus banget nih

    BalasHapus
  17. Mengajarkan anak tentak seks (pengenalan organ2 reproduksi) sejak dini memang penting banget ya mbak. Saya jadi tertarik sama bukunya. Buku parenting yang bagus banget nih

    BalasHapus
  18. Setuju mba, memberitahu pengetahuan seks ke anak2 sejak dini atau ketika mereka bertanya. Bagus nih bukunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Nur, buku ini salah satu buku pegangan saya juga.

      Hapus