Menjaga Konsistensi Menulis Dengan Latihan

Januari 07, 2019

www.pixabay.com




Menulis adalah kegiatan yang telah saya lakukan sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah, waktu itu  saya berkenalan dengan sebuah majalah remaja Islam di Pondok Pesantren. Kala itu, cerita-cerita dalam majalah tersebut sangat membius  dan berhasil menggerakkan diri saya untuk berlatih menulis secara otodidak. Dengan niat yang kuat dan peralatan sederhana saya menulis lembar-demi lembar cerita dan puisi di buku tulis, selanjutnya Papa membantu saya dengan mengetik cerita dan mengirimkannya.
Pada tahun 1998 saya kembali menulis cerpen dan dimuat di tabloid kampus. Senangnya bukan main. Selanjutnya saya mulai merutinkan diri saya untuk menulis puisi dan cerpen di buku tulis. Lalu di tahun 2000 an saya berinisiatif membuat blog dan menuliskan semua puisi dan cerpen saya, lumayan sebagai wadah berkarya, blog sangat membantu untuk menginventarisir karya-karya. Kemudian saya mencoba mengikuti berbagai lomba menulis di blog dan majalah serta bergabung dengan berbagai komunitas menulis yang tersebar di sosial media, pada waktu itu masih facebook.
Masa keemasan menulis saya muncul di tahun 2012-2013. Pada tahun ini saya getol dan bersemangat dalam mengikuti berbagai lomba menulis puisi, cerpen dan artikel. Alhamdulillah  tiga artikel saya ‘nangkring’ di koran Malang Pos, puisi saya memenangkan lomba antologi puisi dengan tema “Wanita Istimewa”, cerpen saya muncul di tabloid kampus serta antologi cerpen di beberapa penerbit indi. Selanjutnya pada tahun 2015 cerpen saya dimuat di koran Radar Malang dan puisi saya berhasil memenangi lomba Sanyembara cipta puisi “Rindu Rasul” yang diadakan komunitas Sastra dalam rangka Gebyar Isra’ Mi’raj.
Alhamdulillah, napak tilas latihan menulis saya membuahkan hasil. Dalam menulis puisi saya banyak mendapatkan ilmu yang saya dapatkan secara otodidak. Berawal dari berlatih, berlatih dan terus berlatih, kualitas karya saya menjadi lebih baik dan memiliki karakter.
Menjaga konsistensi itu sangat penting bagi seorang penulis untuk terus berlatih sehingga menghasilkan tulisan yang berbobot dan enak dibaca. Kunci dari seorang penulis itu hanya satu, menulis, menulis dan terus menulis, sehingga keterampilan menulis semakin terasah dan mendapatkan produk yang luar biasa.


You Might Also Like

0 komentar