Kereta Api Indonesia di Masa Yang Akan Datang

September 29, 2017

                                                                   galena.co.id

Ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar, dua kali saya pernah naik kereta api. Kereta api jurusan Bondowoso ke Panarukan. Hal yang saya sukai adalah sepanjang perjalanan yang melewati areal persawahan, perkebunan dan lapangan yang sangat luas. Sesampai di stasiun Panarukan, ibu dan bibi saya membeli ikan yang sengaja dijajakan para pedagang. Selang beberapa menit, kereta dengan tujuan Panarukan-Bondowoso pun datang dan saya pun kembali pulang. Saat itu yang bisa saya gambarkan adalah kondisi gerbong kereta api apa adanya, kini stasiun Bondowoso tak beroperasi lagi.

Menjelang tahun 2000-an saya naik kereta api dengan tujuan Jember-Surabaya dan Surabaya-Jakarta. Saat itu pikiran saya adalah kenyamanan yang baik selama perjalanan. Akan tetapi saya mengalami banyak kekurangan di dalam gerbong saat itu. Kondisi penumpang yang berjubel, tak jarang penumpang berdiri bahkan bisa dikatakan naik tanpa tiket menempati tempat penumpang bertiket. Saat malam tiba, penumpang ilegal banyak yang sengaja tidur di bawah-bawah kursi penumpang legal. Kondisi gerbong terkesan kumuh, ada kekhawatiran terhadap keselamatan penumpang dan barang bawaan dan sangat tidak nyaman, belum lagi di setiap pemberhentian stasiun, para pedagang berebut untuk naik.

Di tahun 2014 saya kembali naik kereta api untuk mudik lebaran. Sengaja saya memilih angkutan kereta api dikarenakan untuk mengenalkan sarana transportasi pada ketiga anak saya. Ternyata rasa gembira saya saat di bangku sekolah dasar juga dirasakan oleh ketiga anak saya. Tak jemu-jemunya mereka begitu antusias melihat areal persawahan yang terbentang luas, pepohonan dan rumah-rumah penduduk. Ketiganya sangat menikmati kenyamanan kereta api. Terlebih saya, sebagai generasi tua saya sangat apresiasi salut kepada PT Kereta Api Indonesia. Setelah diberlakukannya sistem pembelian tiket secara online, pelayanan penumpang yang prima terkait tempat duduk dan nomor gerbong yang jelas, suasana gerbong yang sangat nyaman membuat saya betah untuk berlama-lama duduk di dalam gerbong kereta api, anak-anak saya yang masih kecil-kecil saja bahagia, apalagi saya.

Dari tahun ke tahun, jawatan perkereta apian Indonesia patut diacungi jempol dalam memberikan perbaikan-perbaikan dari sisi-sisi fisik kereta api dan juga sisi pelayanan perkereta apian. Menurut saya perlu adanya sosialisasi berupa iklan layanan masyarakat pada masyarakat Indonesia tentang prosedur naik kereta api, cara membeli tiket kereta agar seluruh masyarakat Indonesia paham dan waspada terhadap berbagai penipuan yang terkadang marak terjadi, serta pentingnya tidak menerobos pintu portal pagar rel kereta menjelang kedatangan kereta, agar seluruh masyarakat Indonesia sadar akan keselamatan jiwanya.

Semoga di usia yang ke 72 tahun Kereta Api Indonesia masih tetap beroperasi, memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, terus memberikan solusi terbaik dalam hal kenyamanan fasilitas bagi penumpang serta bersemangat dalam mengembangkan fitur-fitur layanan kereta api online dan offline yang prima. Majulah Kereta Api Indonesia. 


You Might Also Like

0 komentar