MAWAR-MAWAR MERAH

Agustus 07, 2017



Aku terjatuh lagi di kubangan itu
Bau anyir darah menyeruak
Menghipnotisku untuk berurai airmata
Mawar-mawar merah itu telah terkulai
Terkoyak tertusuk duri-duri
Menenggelamkan sukmaku untuk berontak
Apakah ini nasibnya???

Duhai kepongahan dunia
Duhai terajamkan nalurimu?
Duhai membatulah nuranimu?
Mawar-mawar itu bergelimang merah
Tergolek lemah bernisan darah
Aura ketakutan menhantui perasaannya

Mawar-mawar merah itu telah tiada
Waktu telah menggulungnya bersama rasa sakit
Akibat luka-luka yang tertoreh begitu saja
Semburat senja tetap tak menghapus mendungku

Mawar-mawar merah itu tetap bersinar
Semerah darah kegigihannya
Bersenyawa dengan rindunya.


Malang, 29 Januari 2013











You Might Also Like

0 komentar