MENGGALI KREATIVITAS DAN EMPOWERING PEREMPUAN MELALUI BISNIS RUMAHAN

Mei 29, 2017

bisnisukm.com

Kata “bisnis” acapkali muncul di ingatan saya, sering juga…terkadang malah membayangkan diri saya yang tidak bakatlah untuk bisnis, alasan tak punya modal juga kerap menghantui, tak ada waktu luang dan segudang alasan lain bertebaran di kepala.

Lain waktu, terkadang saat santai saya selalu memparaktekkan hobi saya, yaitu membuat kue. Jujur, saya pecinta kuliner, terutama kue-kue. Kerap juga membayangkan di masa mendatang saya bakalan punya bisnis kecil-kecilan membuka toko kue-kue basah dan kering di daerah suami (Nusa Tenggara Timur) sebab selain tak banyak SDM yang bias buat kue-kue seperti di Jawa, barangkali persaingan tak terlalu kuat dan berat. Itu cita-cita ke depan sih…mudah-mudahan tercapai.  
 
Nah, dari kegiatan praktek hobi-hobi membuat kue saya, sering saya membagi hasil buatan kue saya pada tetangga, adik-adik dan orang tua. Kata mereka hasilnya hemmm….jempol deh. Banyak yang menyarankan agar saya mencoba memasarkan ke luar. Sayangnya, kok belum pede ya? Ditambah jadwal saya cukup padat untuk mengejar disertasi yang terus-menerus minta perhatian, laporan penelitian, pengabdian masyarakat yang deadline dan berikut pekerjaan rumah. Sehingga, untuk merefresh semangat saya untuk tugas kantor dan kuliah saya selalu membuat kue dan menulis.

Berbisnis menurut saya gampang-gampang susah ya? Namun bisnis rumahan sudah populer di telinga masyarakat. Seringkali saat kita memasuki swalayan, mall dan toko-toko kecil yang menjual aneka produk hand made (rumahan), seperti krupuk, kripik, kacang, kreasi coklat, kue kering, roti-roti dan jenis makanan ringan lainnya. Selain itu, bisnis rumahan juga telah merambah model berjualan ala friendchies dan memasarkan produk lewat gerobak-gerobak atau angkringan di beberapa tempat strategis. Selain itu pemasaran via online juga mulai marak. Intinya, selain modal, bisnis rumahan juga membutuhkan kreativitas para ibu-ibu untuk menggaet para customer, misalkan kue sus maka para ibu harus pintar-pintar menyajikan kue-kue sus dengan isi yang beraneka ragam selain vanilla dan coklat, rasa strawberry, blubbery, durian dan lainnya akan menambah citarasa dan keingintahuan pembeli. So, saat mengemas produk pun tak boleh asal. Kemasan produk kue (misalnya) yang dikemas dengan rapi, bersih dan menarik akan menambah daya tarik pembeli.

Sesungguhnya, produk-produk olahan rumah (handmade) tak dapat kita pandang sebelah mata dibanding produk-produk pabrik. Selain menghasilkan rupiah, keberadaan produk ini dapat juga memberdayakan masyarakat, terutama perempuan. Hal ini sebagai bentuk empowering perempuan melalui kegiatan-kegiatan rumah yang menghasilkan sumber daya manusia yang selalu berikhtiar, pantang menyerah pada nasib dan dapat diandalkan untuk membantu kelangsungan hidup para perempuan dan keluarganya. Semoga bermanfaat.

                                                             mebiso.com

You Might Also Like

0 komentar