Jurus Asyik Bertemu Dosen Pembimbing

Mei 25, 2017



Sebelum lulus dari perguruan tinggi, seorang mahasiswa diwajibkan untuk membuat dan menyelesaikan tugas akhir yang berupa skripsi/tesis/disertasi. Tugas akhir inilah sebagai karya tertinggi mahasiswa yang harus direncanakan dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Semua perguruan tinggi menginginkan hasil terbaik bagi para mahasiswanya dalam penulisan skripsi/tesis/disertasi, sehingga ditunjuklah dosen pembimbing yang bertugas menjadi fasilitator mahasiswa.
Terkadang bertemu dosen pembimbing untuk pertama kalinya akan menciptakan bayangan yang sulit bagi mahasiswa, mulai perasaan dag, dig, dug, bingung, atau  malah biasa-biasa saja.  Apa yang harus dipersiapkan dan bagaimana cara menghadapi dosen pembimbing, hingga nanti akan berkata apa  perlu dipersiapkan dengan matang. Perlu disadari bagi mahasiswa bahwa dosen pembimbing itu juga manusia lho? jadi tidak perlu terlalu membayangkan hal yang menakutkan ya?
Sebelum menemui dosen pembimbing, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan bagi seorang mahasiswa, yaitu:
1.      Pastikan bahwa anda sudah tahu bahwa dosen A atau dosen B menjadi dosenpembimbing anda, dibuktikan dengan adanya surat yang dikeluarkan fakultas bahwa nama anda dan dosen pembimbing anda tercantum. Sehingga tidak salah orang. Malu banget kan bila salah orang?
2.      Temuilah dosen pembimbing dengan membawa proposal. Jangan menemuinya tanpa membawa persiapan apapun ya? Bakalan ditanya dan susah nanti jawabnya.
3.      Melakukan pembimbingan dengan jadwal yang rutin. Ini juga dalam rangka mengatur waktu, sehingga waktu yang ditentukan untuk penyelesaian skripsi/tesis/disertasi akan maksimal, waktu tidak terbuang percuma, dan menghindari kejar mengejar deadline untuk bersegera ujian. Kebanyakan mahasiswa terlalu bersemangat menemui dosen pembimbing di akhir-akhir deadline ujian, yang berakibat kurang maksimalnya dosen dalam memahami serta mengarahkan isi skripsi/tesis/disertasi serta dapat mengakibatkan salah persepsi antara mahasiswa dan dosennya juga lho.
4.      Selalu memiliki catatan setiap kali menemui dosen pembimbing. Hal ini berguna dalam hal revisi merevisi isi proposal skripsi/tesis/disertasi kita sekaligus meminimalisir salah dengar, salah paham, hingga salah tulis. Perlu perhatian khusus ya? 
5. Lakukan revisi sesuai petunjuk dosen pembimbing. Sebagai fasilitator, dosen pembimbing memiliki andil dalam mengarahkan isi skripsi/tesis/disertasi mahasiswa yang dibimbingnya. Mulai dari proposal, pendahuluan, kajian teori, metode penelitian, hasil penelitian serta kesimpulan. Tanpa menafikan ide dan argumen mahasiswa tentunya .
Nah, itu dia beberapa jurus asyik sebagai bekal mahasiswa yang akan terjun dalam tugas akhir. Semoga bermanfaat.

                                                                  kuliahdesain.com












You Might Also Like

0 komentar