ARTI PERSAHABATAN BAGIKU

Mei 05, 2017



Memiliki sahabat sebagai orang terdekat adalah sebuah keindahan dan kenyamanan tersendiri bagiku. Indah karena persahabatan yang murni dibangun atas dasar sama-sama memiliki keinginan untuk berteman, saling mendukung satu sama lain dan berbagi dalam suka maupun duka. Nyaman sebab disaat perlu untuk berbagi ada orang terdekat yang benar-benar bisa memahami. Barangkali itu definisi indah dan nyaman kala memiliki sahabat. Bagiku, sahabat adalah orang terbaik yang mengerti betul bagaimana aku.
Aku pernah mengukir memori indah tentang persahabatan. Persahabatan tak hanya milik komunitas perempuan dan laki-laki saja, ada orang yang bersahabat antara perempuan dan laki-laki. Aku pernah mengalaminya. Selepas Aliyah, aku merasakan temanku adalah sahabatku. Uniknya dia juga merasakan hal itu. Kebetulan awal persahabatan kita dihubungkan oleh hobi yang sama. Hobi menulis antara aku dan sahabatku. Sehingga kata persahabatan terikrarkan dengan sendirinya bagai air mengalir. Saat bertemu, bermacam tulisan kadang muncul dalam topik pembicaraan kita. Hanya itu saja yang pernah terucap, intensitas pertemuan yang sangat jarang, ditambah komunikasi yang sulit (saat itu belum ada hp) membuat persahabatan antara aku dan dia bagaikan bintang, yap! tergantung tinggi di angkasa.
Masa kuliah telah menjelang. Aku dan sahabatku memilih kuliah di kota yang berbeda. Pertemuan rutin (reuni) selepas lebaran bersama teman-teman Aliyah membuat persahabatku kembali terjalin. Kita banyak bercerita persoalan seputar hobi menulis, kegiatan kuliah, aktivitas organisasi yang kebetulan sama, sharing banyak terjadi hingga berujung pada persoalan hati. Persoalan yang biasa bisa terjadi dalam dunia persahabatan.
Berbicara persoalan hati, bagiku adalah persoalan yang amat sangat sulit. Dari persoalan keseharian akan berubah pada persoalan hati sungguh berbeda. Diantara kita ada keinginan untuk menjalin lebih dari sekedar persahabatan. Ditambah lagi teman-teman Aliyah mendukung kita untuk segera meresmikan status kita. Padahal status kita sudah jelas, yaitu menjadi sahabat terbaik sampai kapanpun.
Pertemuan kedua saat aku menginjakkan kaki ke kotanya adalah titik pertemuan dimana ada ‘bunga-bunga’ mewarnai dalam perjalanan persahabatan ini. Terdengar lucu memang, namun wajar sebab hubungan persahabatan yang dibina oleh dua lawan jenis walau berjauhan sedikit banyak akan membuka ruang untuk membuka hubungan yang lebih dari sekedar sahabat. Ketika keinginan untuk bersama itu muncul, hubungan persahabatanku menjadi sedikit goyah mengalami stagnan. Sempat komunikasi terputus beberapa tahun. Hingga tak ada kabar apapun diantara kita. Dan keputusan yang kita ambil adalah tetap menjadi sahabat terbaik, tak akan pernah saling menyakiti apalagi untuk urusan hati (cinta).
Memasuki tahun 2000-an aku akhirnya menikah dan tak pernah lagi menghadiri acara reuni teman-teman Aliyah dulu sebab kesibukanku mengurus anak dan pekerjaan. Dan di tahun berikutnya akhirnya sahabatku telah menikah dengan wanita pilihannya. Aku dan dia memasuki babak baru dalam biduk rumah tangga.
Waktu terus bergulir, tak terasa delapan tahun sudah aku tak bertemu dengannya. Aku merasa persahabatan itu masih ada, masih tetap indah, seperti yang pernah sahabatku katakan lewat email-emailnya, bahwa persahabatan itu lebih indah dari apapun. Terkadang aku berpikir selama ini kata-katanya belum membuktikan apapun padaku, hingga dia hadir kembali.
Dia datang ke kotaku selepas acara pekerjaannya sebagai LSM di daerah-daerah konflik. Pertemuan ini menjadi moment penting bagiku dan baginya untuk bernostalgia tentang persahabatan yang pernah ada diantara kita. Aku dan dia membangun komunikasi lagi, cerita kesibukan pekerjaan yang terus menumpuk, tentang keluarga dan masa aliyah serta kuliah yang membuat muka haru biru. Sungguh pertemuan yang benar-benar melepaskan beban bagiku, beban hati karena lama tak bersua dan beban kenyataan, bahwa kita telah memiliki kehidupan masing-masing. Tak banyak waktu yang kita punya. Di saat itu aku merasa bahwa kata-katanya telah menjadi kenyataan, bahwa persahabatan adalah lebih indah dari apapun. Persahabatan tak akan pernah mengotori keinginan masing-masing untuk memiliki kehidupan sendiri. Walaupun kita telah menentukan jalan hidup, persahabatan kita selamanya abadi, dan sahabat sejati akan selalu menghargai apapun keputusan terbaik sahabatnya.

You Might Also Like

0 komentar