INDAHNYA PERTOLONGAN ALLAH

April 14, 2017



Kerap kali kudengar ceramah agama tentang indahnya bershadaqah, indahnya menolong dan berbagi. Walaupun aku sudah pernah sedikit-sedikit mempraktekkannya, menurutku hasilnya ada, hanya barangkali aku belum tahu nikmat yang Allah berikan berbentuk apa setelah melaksanakan shadaqoh atau menolong seseorang. Namun, aku menyakini betul, bahwa barangsiapa yang akan menolong sesama, ia akan mendapatkan pertolongan itu dari arah yang tak disangka-sangka, sama halnya dengan kita bershadaqah.
Pagi itu kebetulan ada rapat pengawas untuk mengawas ujian SBMPTAIN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) semacam ujian UMPTN dulu namun untuk jalur Perguruan Tinggi Islam. Aku sudah berniat untuk datang, beberapa teman-teman meminta pertolonganku untuk mengambilkan berkas-berkas pengawas ujian. Kebetulan, hari itu acara rapat pengawas berbenturan dengan jadwal orang tua yang harus mengambil raport anak-anak mereka. Walhasil ada lima orang yang titip agar aku mengambil berkas-berkas mengawas mereka. Aku mengiyakan dan mengikuti rapat dari awal hingga akhir. Tak lupa aku meng-sms teman-teman bahwa berkas-berkas pengawas sudah kuambil dan telah berada diatas meja mereka masing-masing.
Siang harinya suami meneleponku bahwa nanti malam beliau baru tiba. Kebetulan suami sedang mengajar di luar Jawa dan memintaku untuk membeli jeruk nipis untuk obat batuk. Sekitar jam 15.00 aku pulang dari kampus dan memutuskan untuk mengambil uang di ATM. Selang beberapa menit dari ATM, akupun menuju toko untuk membeli kue-kue anakku, lalu menuju pasar untuk membeli jeruk nipis. Setelah jeruk nipis terbeli, aku memeriksa dompetku guna memastikan bahwa ATM aman-aman saja.
Astghfirullahal’adziem, ATM-ku”  aku terkesiap. ATM ku tak ada di dompet. Bergegas kukendarai motor melaju ke arah kampus menuju ATM kembali, tak kupedulikan tatapan Pak Satpam kampus saat melihatku bolak-balik di hadapannya. Sesampai si ATM, tak kujumpai kartu ATMku disana. “Aduh…dimana kartu ATMku ya?” desisku. Belum pernah aku sepanik ini, walau uang di ATM tinggal 600 ribu, itu sangat berharga bagiku. Kulangkahkan kaki menuju Bank terdekat, berharap aku bertemu pak Satpam atau siapapun itu untuk menceritakan persoalanku ini.
Alhamdulillah kebetulan Pak Satpam Bank telah berdiri di depan pintu menyambutku dengan tersenyum. “Ada apa Mbak?” tanyanya.
“ATM saya ndak ada Pak?” kataku. “Tadi saya habis ke ATM menarik uang Pak, lalu kartu ATM lupa saya ambil, bagaimana kartu saya Pak? Apakah hilang?” beragam pertanyaanku memberondong Pak Satpam.
“Oh, tenang Mbak, ATM Mbak aman, berarti itu langsung tertelan Mbak. Kalau mau mengambil bisa ditunggu nanti” papar Pak Satpam sabar.
“Apa harus membawa buku tabungan Pak?” tanyaku.
“Betul Mbak, nanti saya tunggu, segera yaMbak, Bank mau tutup”tambah Pak Satpam tersenyum.
Bergegas kukendarai motor langsung menuju rumah. Setelah mengambil buku tabungan, aku kembali ke Bank. “Ugh, kok sudah tutup?” desisku. Ku lirik Seikoku, sudah jam tiga lewat sepuluh menit. Pantas, sudah tutup. Kucoba ke samping kantor Bank yang ternyata masih buka dan Subhanallah, mereka menungguku.
“Silahkan masuk Mbak, sudah ditunggu” ucap Pak Satpam seraya mempersilahkanku duduk. Lalu akupun menyerahkan buku tabungan dan segera diproses. Kulihat Pak Satpam mengambil kunci untuk mengeluarkan ATMku yang tertelan.
“Masih ingat kode ATM Mbak?” tanya petugas Bank.
“Ya Pak”
“Silahkan Mbak, ini ATM nya, mohon ditanda tangani” jelas Petugas cantik di depanku.
“Terimakasih atas bantuannya Mbak” kataku seraya menjabat tangan petugas Bank erat.
“Alhamdulillah ya Allah, hari ini aku telah benar-benar membuktikan betapa indahnya pertolonganmu” aku menyungging senyum. Kulajukan motorku menuju rumah dengan hati lapang.

*Penulis adalah pengajar di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.   Artikelnya pernah di muat di Malang Post, Suara Akademika. Antologi puisi cerpennya tergabung di Goresan Pena Publishing, Penerbit Harfeey, Ae Publishing, dan Penerbit Asrifa. Tinggal di Malang Jatim. Penulis bisa dihubungi di Fb: Laily Fitriani atau 082139022029.










You Might Also Like

0 komentar