Lika liku Disertasi

Januari 14, 2017


Mengerjakan disertasi sungguh memerlukan energi yang kuat secara jasmani dan rohani. Memang ada hubungankah antara disertasi dan rohani??? Eiiit, so pasti ada. Berkutat dengan disertasi yang bikin jidat terlipat plus pusing-pusing tujuh keliling sudah mewarnai hidupku. Berawal dari step pertama, ujian kualifikasi. Step ini mewajibkan mahasiswa memiliki referensi yang cukup banyak dan pastinya berbobot lho terkait dengan judul disertasi yang diangkat. Kemudian memilah-milah dan menyusunnya dalam bagan-bagan. Setelah berpusing-pusing ria, bingung dalam menentukan mana materi mayor dan minor, walhasil selesailah draft kualifikasi. Lanjut dengan ujian kualifikasi, pertama ujian dengan Pak Kaprodi, beliau menanyakan seputar latar belakang masalah ditulisnya disertasi, rumusan masalah yang akan dicari, kajian teori dan metode penelitian. Setelah acc beliau, lanjut ke panitia ujian untuk dijadwal ujian tulis dan lisan kualifikasi. Ujian tulis disertasiku bersama dua orang temanku, Bapak-bapak semua. Walaupun menulis tetap memeras otak lho. Esok paginya saya menemui tiga orang dosen untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya tulis dalam kualifikasi tulis. Setelah itu saya mulai mengajukan nama-nama para Promotor atau pembimbing disertasi. Beberapa minggu kemudian, keluarlah nama para promoter atau dosen pembimbing saya. Alhamdulillah. Di semester 4 saya lulus kualifikasi. Di semester 5 saya kembali menghadap promotor 1 saya, beliau terkerjut sebab saya belum seminar proposal. Setelah berbicara panjang lebar, beliau meminta saya mengubah judul disertasi saya, demi kemaslahatan umat, akhirnya saya mengiyakan permintaan beliau dengan konsekwensi saya merombak total judul saya, mencari latar belakang, kajian teori, dan metode penelitian baru terkait permasalahan yang baru. Alhamdulillah di semester 7 saya ujian step kedua, yaitu ujian seminar proposal dengan usia kehamilan 6 bulan. Semester 8 saya rehat sejenak sebab melahirkan dan di semester 9 saya mulai penelitian disertasi saya di dua madrasah ibtidaiyah di kota saya. Kurang lebih 2 bulan saya mengurusi surat menyurat dan melakukan penelitian. Di semester 10 saya ujian step ketiga, yaitu ujian seminar hasil di bulan Mei 2015, selanjutnya saya di semester 11 saya ujian di step keempat yaitu ujian tertutup pada 21 Desember 2016. Sungguh ujian yang benar-benar ujian fisik dan mental. Mental harus kuat menghadapi konfirmasi para penguji terkait disertasi. Alhamdulillah, semua atas campur tangan Allah, hingga saat ini saya diberikan kesehatan, usia yang barokah Insya Allah agar dapat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan disertasi. Totalitas berpikir itu perlu tanpa mengecualikan kegiatan penting dalam keluarga sebagai ibu dan seorang istri tentunya. SSemoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Malang, 7 Januari 2017

You Might Also Like

0 komentar