Buku Bacaan Anak: Dahulu dan Sekarang

Januari 21, 2017


Saya hobi banget membaca buku cerita. Saat sekolah dasar dulu, orang tua saya menghadiahkan aneka ragam buku untuk saya lahap, mulai buku cerita anak, buku kepahlawanan, buku lagu-lagu Indonesia, hingga eksiklopedi Indonesia merdeka sudah pernah saya baca. Ternyata membaca itu mengasyikkan lho. saya masih teringat buku cerita antologi award yang pernah say abaca dulu, yaitu “Si Lumpuh Peraut Bilah” dan ada buku bersampul hitam bergambar anak laki-laki dengan diatas kepalanya tumbuh buah jeruk. Menurut saya kecil dulu, cover buku itu sudah menyeramkan, ternyata saya mencoba memberanikan diri untuk membacanya, waah sarat nilai juga lho, jadi benar kata pepatah “don’t jugde the book from the cover. Saya masih ingat isinya yang menceritakan bahwa anak laki-laki itu hobi makan buah jeruk dan dia menelan semua biji-biji jeruknya, padahal orang tuanya sudah mengingatkan, walhasil iapun bermimpin bahwa di kepalanya tumbuh pohon jeruk yang berbuah lezat, namun dia tidak bias memakannya. Nilai karakter yang dikembangkan adalah bahwa seorang anak harus mendengarkan nasehat orang tua.
Dulu saat saya kecil buku merupakan makanan otak teramat mahal, makan roti saja dulu saya harus menunggu setiap Papa gajian di tanggal satu dan roti merupakan makanan mewah. Boro-boro beli buku cerita yaa? Uang Papa lebih utama untuk beli buku-buku sekolah.
Namun, seiring dengan bergulirnya zaman, buku-buku cerita juga mengalami perkembangan. Toko buku dan bazaar buku-buku murah tersebar dan ada di mana-mana. Jenis buku cerita dan ilustrasi buku ceritanya pun semakin apik dan cantik. Dengan dukungan banyak penerbit di Indonesia berkembang pula para penulis buku-buku anak.
Sekarang tuh genre buku bacaan anak sudah banyak, dari genre drama, genre detektif alias misteri juga menghiasi dunia perbukuan anak. Keren-keren lho. Coba kunjungi beberapa toko buku dan pameran atau bazar buku, pastinya kita akan menjupai aneka genre buku bacaan anak.
Rasanya tuh mupeeeeng (muka pengen) terus kalau ada bazaar buku murah. Pengennya saya beli semua lho, namun apa daya, gocek belum mendukung untuk memborong buku-buku tersebut, jadinya hanya beberapa buku yang terbeli.
Hal yang penting bahwa, gerakan perkembangan buku-buku anak semakin pesat juga perlu ditambahi dengan gerakan membaca sejak dini.  Jikalau anak sudah mengenal membaca sejak dini, maka anak akan gembira, menikmati dan dapat mengembangkan kemahiran  anak yang lainnya. Hayuuuk beli buku. Semoga bermanfaat ya? Wallahu a’lam.

Malang, 7 Januari 2017

You Might Also Like

2 komentar

  1. Si lumpuh peraut bilah,membawaku kesini��

    Di aktifin https nya bu,biar enak browsing blognya��

    BalasHapus
  2. Aku ingat ceritanya tapi lupa sampulnya apa, mau cari lagi susah.
    Ada yang tau gak sampul dan tempat beli nya dimana?
    Kangen mau baca sastranya lagi

    BalasHapus