SASTRA DAN DUNIA ANAK

Desember 14, 2016


Berbicara tentang sastra dan dunia anak, mungkin kita akan flashback sejenak pada masa kanak-kanak kita dahulu, tatkala kakek, nenek atau orang tua kita mendendangkan lagu-lagu (baca: tembang) menjelang kita akan tidur atau mendongengkan cerita-cerita penuh hikmah lainnya, secara tidak sadar sebenarnya kita telah belajar sastra. Sastra sebagai bagian dari seni yang indah sebenarnya merupakan salah satu sarana untuk menanamkan kebiasaan lewat jalannya cerita atau lagu yang didendangkan tanpa bersifat menggurui bagi anak.

Dunia anak adalah dunia yang penuh warna, penuh imajinasi. Kita dapat mengarahkan imajinasinya ke imajinasi yang baik dan terarah. Ditemukan banyak kasus beberapa tahun yang lalu, seorang anak terjun bebas dari tempat yang tinggi karena sengaja berdandan dan memposisikan dirinya sebagai superman?. sangat naïf bukan??. Tentunya sebagai orang tua kita harus bisa belajar dari berbagai peristiwa yang pernah menimpa anak-anak.
Sastra dapat kita kategorikan sebagai sastra lisan (foklor) atau sastra tulis. Sastra lisan adalah jenis sastra yang diungkapkan dari mulut ke mulut, seperti  saat kita mendongeng untuk anak-anak dengan berbagai tokoh atau karakter. Seperti cerita binatang: Si Kancil, Semut dan Merpati, Harimau Sang Raja Hutan, dan sebagainya. Juga tokoh-tokoh cerita yang lain seperti kisah Cindrelela Sang Upik abu, Aladin dan Lampu  Ajaib, dan Timun Mas.  Sastra tulis adalah jenis sastra yang ditulis. Barangkali pada masa sekarang sastra yang tertulis hampir kita dapatkan di semua toko buku. Tinggal bagaimana kita mengolah sastra lisan dan tulisan untuk membuat anak-anak tertarik.
Bagi seorang anak, buku cerita sangatlah menarik, apalagi penuh dengan gambar-gambar. Anak yang belum bisa membaca pun akan tertarik melihat lembar-lembar kertas yang berwarna-warni, menurutnya sungguh menakjubkan!. Oleh karena itu, orang tua selayaknya menanamkan dalam jiwa anak untuk lebih dekat pada dunia sastra sejak dini. Hal ini dapat dipupuk melalu kegiatan mendongeng sebelum tidur, membaca buku-buku cerita di waktu luang atau saat liburan.
Ayah, ibu, anda semua pasti sangat terkejut tatkala sang buah hati bersegera naik ke tempat tidur untuk mendengar dongeng yang akan kita bawakan. Mendongenglah apa saja, anda dapat membekali diri dengan aneka cerita yang banyak berserakan di toko buku ataupun mengarang cerita inspiratif fabel anak da. Ajaklah anak untuk menanyakan kembali dongeng semalam, mereka selalu ingat, begitu pula dengan tokoh-tokohnya. Dari dongengan kita, ayah ibu dapat memasukkan unsur-unsur edukatif pada diri anak, seperti saling menyayangi, saling tolong menolong, tidak boleh bohong, mengganggu adik dan teman, dan sebagainya. Sungguh menarik bukan? Bersegeralah mendongeng untuk sang buah hati, mendekatkan sastra sejak dini akan membangun karakter yang baik, dari segi kejiwaan dan bahasa anak.
Wallahu a’lam bishshawab

You Might Also Like

0 komentar