Bukittinggi……Kampuang Nan Jauh Dimato

November 04, 2016


Kalau anda berkunjung ke Padang, elok kiranya mampir ke beberapa lokasi destinasi terkenal yaitu Ngarai Sianok, Lubang Jepang, Madrasah Diniyah Putri Padang Panjang dan tak lupa kota Bukittinggi. Perjalanan ditempuh kurang lebih 2-3 jam dari kota padang ke Padang Panjang. Jalur yang cukup padat dan jalanan yang berkelok-kelok membuat bis yang saya tumpangi cukup pelan. Di tepi jalan saya juga melihat air terjun disana. Air yang cukup jernih karena air pegunungan.  Hawa dingin pun mulai menyergap saya. 

Akhirnya tibalah saya di madrasah diniyah kota Padang Panjang. Berlokasi di kota Padang Panjang  yang berciri kota santri dengan tulisan Asmaul Husna di pinggir-pinggir jalan membuat nyaman di hati. Madrasah diniyah putri saat ini akan berusia 92 tahun. Madrasah yang di didrikan oleh Bunda Rahmah El-Yunusiyah ini merupakan sekolah perempuan pertama di dunia  yang dibangun sejak tahun 1925 di era penjajahan Belanda. Madrasah ini memiliki konstribusi yang besar pada era perjuangan Indonesia. Disinilah Sutan Syahrir dilahirkan. Menggenggam dunia meraih surga adalah motto madrasah ini. Madrasah ini mengalami kemajuan-kemajuan di segala bidang yang intinya membekali para santriwati agar dapat memiliki pengetahuan untuk hidup di zamannya. Tak pelak, beragam program dilakukan dengan menggandeng beberapa peguruan tinggi bergensi di dunia seperti Harvard, Finlandia, Jepang, Malaysia dan Singapur telah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh para santriwati. 

Selanjutnya perjalanan saya berakhir di Bukittinggi. Kota yang terkenal dengan jam gadangnya adalah kota yang cukup ramai, apalagi saat menghabiskan waktu di pusat kota pada sore hari.  Area jam Gadang menjadi wahana bermain keluarga dan tempat-tempat selfi yang menarik dengan latar Jam Gadang, dan di sudut kota ada Musium Bung Hatta. 

Selepas berkunjung ke museum, saya sempat shalat ashar di Masjid Raya Bukittinggi. Lalu berjalan-jalan menuju pusat perbelanjaan di samping areal masjid. Benar-benar menakjubkan! Harus membawa uang yang banyak jika anda ingin berbelanja. Aneka songket khas Bukittinggi dari harga mahal hingga murah pun ada. Aneka sulam kerudung juga terlihat disana. Sangat indah dan ingin membeli semuanya. Kawasan wisata aneka tenun songket ala Bukittinggi telah terkenal seantero Indonesia. 

Selain songket, ada makanan khas Bukittinggi yang enak lho. Kripik balado namanya, kripik singkong yang diiris panjang-pangjang dengan balutan bumbu balado khas membuat lidah pengen ngemil terus lho.

Nah…hayuuuk dating ke Bukittinggi….dijamin seru dan mengasyikkan lho kawan.

You Might Also Like

0 komentar